CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Setiap memasuki bulan suci
Ramadan, sejumlah warga di kota Makassar sering menghabiskan waktu untuk
bersantai di Masjid Al Markas Al Islami, jalan Masjid Raya, Makassar.
Hal itu pun mendatangkan berkah bagi para remaja yang
mencari rezeki dengan menjadi tukang pijit dadakan saat Ramadan tiba. Sembari
menunggu waktu berbuka puasa, salah satu tukang pijat, Raul (15) sudah datang
ke Masjid Al Markaz usai salat Dhuhur.
Saat ditemui tim liputan CELEBESMEDIA.ID, Rabu siang
(8/5/2019), Raul mengatakan pekerjaan ini dilakukan saat libur sekolah di waktu
Ramadan dan sudah dikerjakannya dari tahun lalu.
“Karena tidak ada kegiatan dan rata-rata orang dekat rumah
pergi ke sini kerja jadi tukang pijat, makanya saya ikut sekalian bantu-bantu
orang tua,” kata Raul.
Menurut Raul, untuk tarif pijat yang dilakukan oleh para
remaja di Masjid Al Markaz tidak ditentukan harganya. Dalam sehari dirinya bisa
mendapatkan Rp 50 ribu hingga Rp 85 ribu tergantung berapa orang yang
diurutnya.
“Kalau biayanya itu seikhlasnya saja, kadang ada yang cuma
kasih 5 ribu bahkan 50 ribu rupiah tapi paling standar orang kasih itu 25 ribu
atau 30 ribu,” tambahnya.
Untuk waktu pijatnya pun sesuai dengan kemauan pelanggan.
Lanjut Raul, jika pelanggan sampai tertidur kami tetap pijat sampai bangun,
katanya juga, tidak gampang menjadi tukang pijat karena jari-jari tangannya
harus pegal.
“Kalau lama pasti iya pegal tangan, kalau pelanggan baru
bilang berhenti kita baru juga berhenti. Kami yang tukang pijat tidak tentukan
sampaj jam berapa, pelanggan yang tentukan jamnya,” ujar Raul dengan wajah
ceria, nyaris cekikikan.
Dengan menjadi tukang pijat dadakan tiap tahun di Masjid Al Markaz,
Raul menuturkan jika harus menunggu saat masjid ramai. Hal itu kadang mudah
namun juga sulit, sebab tak banyak yang mau dipijat saat-saat waktu tertentu.