CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Lorong Wisata (Longwis) Indianapolis, Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang Kota Makassar fokus membudidayakan cabai katokkon khas Toraja dan cabai pelangi
Yopie selaku Dewan Lorong (Delor) Indianapolis mengaku membudidayakan cabai katokkon dan cabai pelangi karena jenis cabai ini masing jarang dibudidayakan.
"Untuk sementara memang kami fokus membudidayakan jenis-jenis cabai yang jarang dibudidayakan di Longwis yang ada di Kota Makassar," ujarnya kepada CELEBESMEDIA.ID, Senin (28/11/2022).
Selain itu, Yopie mengaku rasanya yang sangat pedas dan bentuknya yang unik menjadi daya tarik utama sehingga kedua jenis cabai ini ia budidayakan.
"Cabai katokkon buahnya cantik dan unik serta cabai jenis ini cabai yang paling pedas," katanya.
Begitupun cabai pelangi selain pedas warnanya berubah-berubah, ada 3 sampai 4 warna. "Ada warna kuning, merah, ungu dan oranye," terangnya.
Untuk perawatannya, ia mengatakan tidak terlalu sulit, bahkan hampir sama dengan cabai pada umumnya.
"Awalnya hanya ada 1 pohon, setelah berbuah kami coba untuk membudidayakan Alhamdulillah bisa tumbuh subur," tuturnya.
Namun, Yopie mengaku saat ini cabai tersebut belum dipasarkan atau di jual. Ia masih fokus pembibitan yang hasilnya akan dibagikan kepada warga.
"Bibitnya ini kita akan bagi ke warga untuk mereka budidayakan sendiri," pungkasnya.
Cabai katokkon merupakan salah satu cabai terpedas di Dunia. Cabai khas Toraja ini memiliki tingkat kepedasan tinggi, yakni sekitar 400.000–691.000 Scoville Heat Unit (SHU).
Uniknya, meski masih muda, cabai katokkon hijau sudah memiliki tingkat kepedasan yang tinggi.
Sedangkan cabai pelangi adalah cabai yang dalam satu pohon memiliki warna berbeda sehingga tampak warna-warni.
Cabai ini sangat cocok untuk menjadi tanaman hias. Selain menjadi tanaman hias, cabai pelangi juga bisa dikonsumsi, bahkan cabai ini memiliki tingkat kepedasan di atas cabai sejenis pada umumnya.
Laporan : Darsil Yahya