Longwis Kyoto Unik dan Instagramable - Celebesmedia

Longwis Kyoto Unik dan Instagramable

PROMOTED - 02 December 2022 22:36 WIB

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Lorong Wisata (Longwis) Kyoto Jl Dg Tata 3 Lorong 2 di Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar tak hanya terkenal dengan seni dan budaya Sulawesi Selatan (Sulsel).

Longwis ini juga dipenuhi mural yang identik berbagai dengan seni dan budaya. 

Memasuki lorong wisata ini, pengunjung akan disambut mural Tari Paraga dan Pakacapi. Ada juga mural Raja Gowa ke-16 yakni Sultan Hasanuddin. 

Selain mural Tari Pakacapi dan Paraga ada juga Tari Ma'lino Perahu Phinisi.

Selain itu ada juga mural unik bergambar pecahan uang kertas Rp10 ribu. Dalam mural uang tersebut menggambarkan perempuan sedang memperagakan Tari Pakarena.

Alifa salah satu mahasiswa yang berkunjung ke Longwis Kyoto mengatakan longwis ini salah satu longwis terbaik yang ada di Makassar karena dipenuhi mural yang mengankat tema adat dan budaya.

"Menurut saya lorong ini termasuk lorong yang sangat bagus dan juga kreatif karena mural adat Makassarnya sangat kental," ucapnya kepada CELEBESMEDIA.ID Jumat (2/12/2022).

Selain itu, ia mengaku mural penari dan adat jepang juga menambah keindahan dan keunikan Longwis Kyoto.

"Lorong yang sangat indah di sepanjang jalannya, temanya juga unik campuran ada adat Makassar dan Jepang," tuturnya.

Tak hanya itu, menurutnya, mural yang di Longwis Kyoto juga instagramable.

"Pokoknya mural di sini keren-keren," tukasnya.

Selain ada mural seni dan adat budaya Sulsel terdapat juga mural sosok geisha dan rumah adat tradional Jepang yakni Minka dengan ukuran 6x5 meter.

Selain mural minka yang besar, mural Tari Ma’lino juga memiliki ukuran yang cukup besar sekitar 6x4 meter. Hampir memenuhi satu sisi tembok rumah 2 lantai milik warga di lorong itu. Dalam mural itu tampak gambar  perempuan yang tengah memakai baju bodo sambil memegang kipas.

Lorong Kyoto memiliki panjang 263 meter dengan lebar 4 meter dengan jumlah 35 rumah 39 Kepala Keluarga (KK) dan 157 Jiwa yang terdiri Laki-laki 127 orang Perempuan 20 orang.

Laporan: Darsil Yahya

Tag