Vaksin Gagal Bentuk Antibodi? Ini Penjelasan Dokter - Celebesmedia

Vaksin Gagal Bentuk Antibodi? Ini Penjelasan Dokter

Rini - 28 January 2022 21:20 WIB

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemberian vaksin diharapkan dapat menciptakan antibodi yang membantu penerimanya terinfeksi Covid-19. Karenanya pemerintah menggalakkan program kebut vaksinasi untuk memutus matai rantai penyebaran Covid-19.

Vaksin sendiri diketahui adalah produk biologi berasal dari virus, bakteri atau dari kombinasi antara keduanya yang dilemahkan. Lalu dimasukan ke dalam tubuh diharapkan mampu memicu produksi antibodi untuk memberikan kekebalan.

Mengutip laman WHO, cara kerja vaksin melindungi dengan menginduksi mekanisme efektor (sel atau molekul) mampu dengan cepat mengendalikan replikasi patogen atau menonaktifkan komponen toksiknya.

Namun bukan berarti setelah divaksin seseorang dapat terbebas dari infeksi Covid-19.

Tidak semua tubuh seseorang cocok dengan vaksin. Sehingga ada kemungkinan antibodi bisa tidak terbentuk meski sudah diberi suntikan vaksin Covid-19.

Meski demikian tidak terbentuknya antibodi tidak dapat dikategorikan sebagai kegagalan dari vaksinasi seperti yang dijelaskan dr. Wahyudi Muchsin, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar kepada CELEBESMEDIA.ID, Jumat (28/1/2022). 

"Jadi vaksin itu tidak menjamin org tidak terkena Covid-19 hanya saat terkena tidak parah sehingga tidak dapat dapat disebut gagal," jelas dr. Wahyudi.

Ia juga mengatakan masyarakat perlu memahami jika pandemi Covid-19 merupakan hal yang baru dialami di dunia sehingga para ahli masih terus mempelajarinya. 

"Karena hal baru jadi masih dipelajari, makanya ada yang namanya booster untuk semakin memperkuat vaksin yang telah diterima," lanjutnya

Dokter yang juga Ketua Kempo Kota Makassar itu pun menjelaskan antibodi bisa terbentuk bukan hanya dari vaksin, bahkan dengan rutin menggunakan masker juga dapat menciptakan antibodi. 

"Misalnya Anda rutin menggunakan masker, lalu terpapar Covid-19, namun tidak parah karena Anda menggunakan masker itu akan membantum antibodi, karenanya meskipun sudah vaksin, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat" jelasnya. 

Sementara itu, beberapa waktu lalu dr RA Adaninggar SpPD lewat unggahan di akun Instagram pribadinya menjabarkan jika kegagalan vaksin membentuk antibodi terjadi lantaran sistem imun manusia yang sangat kompleks.

Kegagalan vaksin membentuk antibodi karena beberapa faktor. Bisa karena faktor vaksin yaitu antigen yang dipakai, faktor teknis penyuntikan, interval atau dosis tertentu.

Lalu bisa juga karena faktor sistem imun seperti genetik, umur, penyakit komorbid imunodefisiensi, penggunaan obat imunosupresan, dan status nutrisi.

Tag