CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Facebook resmi meluncurkan
Lasso, aplikasi berbasis video pendek tersendiri yang mirip TikTok.
Lasso dibuat untuk hiburan, persis seperti TikTok atau Musically.
Fitur-fitur yang ada pun mirip.
"Lasso adalah aplikasi mandiri berisi video pendek yang
menghibur, dari komedi, kencantikan, hingga fitness dan lainnya," sebut
pihak Facebook.
Perusahaan itu juga menambahkan secara perlahan akan
mengumpulkan umpan balik dari pengguna Lasso untuk mengembangkan potensinya. Seperti
dilansir dari KompasTekno yang mengutip dari Gizmodo, Sabtu (10/11/2018), Lasso
memiliki kemampuan tampilan full-screen dan halaman Discover yang memungkinkan pengguna
bisa mencari video bikinan pengguna lain, serta satu halaman linimasa yang
berjudul “Today's top Creators”.
Halaman itu memungkinkan pengguna bisa melihat pembuat video
terbaik, atau video yang sedang trending. Seluruh fitur tersebut diklaim bisa
dinavigasi secara mudah. Dalam pembuatan konten, aplikasi Lasso itu dibekali
dengan tool yang memungkinkan pengguna untuk melakukan lip sync, merekam video
pendek, dan menyertakan musik (yang terlisensi pada katalog) ke dalam video
yang bisa diatur kecepatannya, sama seperti yang ada pada TikTok.
Selain itu, Lasso juga memiliki kemampuan “cross-platform”, yang
berarti pengguna bisa mengunggah videonya ke Facebook Stories. Nantinya, Facebook
menjanjikan “cross-platform” Lasso dengan Instagram Stories.
Aplikasi Lasso mulai disebar untuk platform Android dan iOS.
Pengguna Lasso bisa login dengan mudah menggunakan akun Facebook atau
Instagram.
Ini adalah cara raksasa jejaring sosial media itu untuk menarik
kembali pengguna mileniel.
Diketahui, sejumlah pengguna remaja mulai meninggalkan
Facebook. Dari data yang ada, kini hanya setengah dari total pengguna remaja yang
masih menggunakan media sosial tersebut pada saat ini. Padahal pada tahun 2015,
pengguna remaja diklaim sekitar 71 persen.
Namun, aplikasi video hiburan buatan Facebook ini belum hadir di Indonesia. Pasalnya, aplikasi Lasso baru bisa dijumpai di toko aplikasi oleh pengguna yang berdomisili di Amerika Serikat (AS) saja.(*)