Pengeluaran untuk Perawatan Pribadi Picu Inflasi di Sulsel - Celebesmedia

Pengeluaran untuk Perawatan Pribadi Picu Inflasi di Sulsel

AS - 01 April 2022 16:12 WIB

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kelangkaan dan lonjakan harga sejumlah komoditas di Sulawesi Selatan selama Maret 2022, ternyata tidak berpengaruh signifikan dalam catatan Inflasi. 

Menurut data Badan Pusat Statistik Sulsel yang dirilis, Jumat (1/4/2022), gabungan lima kota yang termasuk dalam perhitungan inflasi, hanya menunjukkan angka yang stabil, yakni 0,54 persen. 

Angka inflasi itu diperoleh BPS dari perhitungan indeks harga konsumen (IHK). Pada Maret, IHK di lima kota tersebut naik dari 108,48 pada Februari menjadi 109,07 pada Maret. 

Dari 5 kota IHK di Sulsel, seluruh kota (Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare, dan Palopo) mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bulukumba sebesar 1,12 persen dan inflasi terendah terjadi di Palopo sebesar 0,45 persen.

Pendorong inflasi afalah kenaikan harga yang ditunjukan naiknya indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran. 

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,10 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,29 persen. 

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,77 persen. 

Kelompok transportasi sebesar 0,37 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,86 persen. Kelompok ini tertinggi kontribusinya menyumbang inflasi. 

Sementara itu 2 kelompok tidak mengalami perubahan yaitu: kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan.

Dengan catatan inflasi Maret, maka tingkat inflasi tahun kalender sebesar 1,07 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2022 terhadap Maret 2021) sebesar 2,49 persen. 

Pergerakan inflasi (kenaikan harga) berkorelasi dengan daya beli. Semakin tinggi inflasi, semakin melemahkan daya beli masyarakat. 

Alasannya, bagi masyarakat yang berpendapatan tetap, untuk mendapatkan barang atau jasa yang sama sebelumnya, mereka harus mengeluarkan dana yang lebih.

Tag