CELEBESMEDIA.ID, Makassar - CEO Business Forum (CBF) 2022 ini adalah wadah bagi otoritas, regulator, dan pelaku dunia usaha yang nantinya akan bersama-sama melakukan kolaborasi atau sinergi untuk kemajuan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal itu diungkapkan oleh, Chief Legal Officer dan Corporate Secretary Kalla Group, Subhan Mappaturung saat dikonfirmasi CELEBESMEDIA.ID, Kamis, (29/9/2022).
"Jadi CBF 2022 ini kita inginkan mempertemukan multi sektor dan multi stakeholder. inisiatornya ini adalah Kalla Group, Celebes Media Group dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel," kata Subhan Mappaturung.
Subhan membeberkan alasan mengapa menggandeng Apindo dalam kegiatan ini. Menurutnya Apindo merupakan asosiasi yang banyak menaungi pengusaha.
"Jadi kita ajak Apindo untuk sama-sama dalam satu forum yang keanggotaannya ini cair, jadi tidak ada kepengrusan, hanya semata-mata kita memfasilitasi saja semua stakeholder dari multi sektor," tuturnya.
Dia menyebut ada dari lembaga keuangan, sektor energi, ritel, transportasi dipertambangan. "Poknya semua sektor kita akan pertemukan dalam satu forum ini," ungkapnya.
Tujuannya, kata Subhan semata-semata untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam rangka memacu akselerasi pembangunan ekonomi dan mengangkat kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, regulator, otoritas, membutuhkan informasi dari dunia usaha untuk ditransmisikan ke dalam kebijakan.
"Jadi nanti kita akan selalu dengan regulator dan pemerintah regulatornya itu OJK, Bank Indonesia (BI) , Pemprov karena ini bisa dikatakan sebagai kick off, kegiatan kolaborasi pertama yang kita lakukan" terangnya.
CEO Business Forum (CBF) 2022 bakal digelar di Saoraja Wisma Kalla, Jalan Jend Sudirman Makassar, Selasa (4/10/2022) Pukul 08.00 - 14.00 Wita.
Subhan juga mengungkapkan kedepan kegiatan CBF ini akan berjalan perkuartal dan tuan rumahnya bergiliran, kebetulan yang jadi tuan rumah dalam kegiatan ini adalah Kalla Group.
"Kegiatan pertama ini Kalla Group yang jadi tuan rumah, jadi pertemuan selanjutnya nanti bergiliran," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan adapun yang akan dibahas nanti di CBF 2022 yakni membahas berbagai sektor di Sulawesi Selatan, yang sesungguhnya dapat dikonversi menjadi benefit bersama.
"Nanti kita akan membahas per sektor, kita akan bicara misalnya kondisi disektor pertambahan dan energi, bagaimana kondisi perkembangan di sektor perkebunan, pertanian, atau kehutanan jadi sektor-sektor seperti itu. Apalagi itu penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Sulsel," tandasnya.
Alasan mengajak para regulator tersebut, kata Subhan, karena kebijakan yang nantinya dibahas juga berdampak pada mereka. Misalnya berupa masukan terkait apa saja menghambat dunia usaha, mana yang perlu diperbaiki dan apa usulan-usulan dari dunia usaha menggerakkan ekonomi itu.
"Nanti kedepan karena kita akan per sektor, maka narsumber akan lebih spesifik nanti bisa jadi misalnya kita akan undang juga otoritas diperpajakan atau Bea Cukai. Kalau Bea Cukai itu urusan dengan ekspor impor kalau urusan dengan fiskal kita undangan otoritas perpajakan," ucapnya.
"Jadi forum ini memang forum besar, forum bersama yang menghimpun begitu banyak stakeholder dari berbagai sektor," sambungnya.
Olehnya itu, ia kembali menegaskan jika harapan dari kegiatan ini untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam rangka memacu akselerasi pembangunan ekonomi dan mengangkat kesejahteraan masyarakat.
"Nah ini mendapat momentum yang pas sekarang karena situasi ekonomi kurang bagus jadi lingkungan makronya terganggu, ada tekanan-tekanan inflasi yang tinggi kemudian ada kebijakan-kebijakan suku bunga dan itu akan dilihat apa dampaknya kepada ekonomi dan di forum nanti bisa memberikan jawaban dan solusi-solusi yang pas agar dunia usaha ini masih bisa tetap bergerak dalam situasi yang seperti sekarang," tutupnya.
Laporan : Darsil Yahya