Hari Skizofrenia Sedunia, Ini Gejala dan Cara Pengobatannya - Celebesmedia

Hari Skizofrenia Sedunia, Ini Gejala dan Cara Pengobatannya

Rini - 24 May 2023 14:42 WIB

CELEBESMEDIA.ID, Makassar- Hari Kesadaran Skizofrenia Sedunia atau World Schizophrenia Awareness Day diperingati setiap tanggal 24 Mei.

Mengutip HealthLine, tujuan diperingatinya Hari Kesadaran Skizofrenia Sedunia untuk meningkatkan kesadaran untuk perawatan kesehatan mental yang lebih baik.

Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang dapat memengaruhi tingkah laku, emosi, dan komunikasi. Penderita skizofrenia bisa mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku.

Gejala Skizofrenia

Orang yang menderita skizofrenia akan menujukkan beberapa gejala. Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa gejala skizofrenia.

1. Halusinasi penglihatan, pendengaran, atau merasakan sesuatu yang tidak ada.

2. Delusi atau sulit membedakan hal nyata dan tidak nyata

3. Berperilaku abnormal seperti penampilan aneh, bicara tidak koheren, berkeliaran, bergumam atau tertawa sendiri,

4. Pengabaian diri

 Pengobatan Skizofrenia

Belum ada obat khusus untuk penderita skizofrenia. Namun, ada pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala sehingga penderita skizofrenia bisa hidup layaknya orang normal.

Mengutip laman kesehatan halodoc, Rabu (24/5) berikut cara pengobatan pengidap skizofrenia.

1. Obat

Obat yang diberikan adalah antipsikotik yang memengaruhi zat neurotransmitter dalam otak. Obat ini mampu menurunkan kecemasan, menurunkan atau mencegah halusinasi, dan membantu menjaga kemampuan berpikir. Namun sebaiknya penggunaan obat harus dikombinasikan dengan terapi psikologis.

2. Terapi psikologis

bisa membantu pengidap untuk menemukan cara mengelola gejala saat sekolah atau bekerja, atau dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Contoh terapi psikologis yang bisa dilakukan untuk mengatasi skizofrenia, antara lain terapi perilaku kognitif, pelatihan keterampilan perilaku, dukungan pekerjaan, dan intervensi remediasi kognitif.

 3.  Terapi kejut listrik atau elektrokonvulsif (ECT).

Metode ECT dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik eksternal ke otak pengidap yang sebelumnya sudah dianestesi atau ditidurkan, sehingga kekacauan listrik pada otak penyebab gejala halusinasi dapat berkurang.

 

Tag