CELEBESMEDIA.ID, Makassar- Hari Kesadaran Skizofrenia Sedunia atau World Schizophrenia Awareness Day diperingati setiap tanggal 24 Mei.
Mengutip HealthLine, tujuan diperingatinya Hari Kesadaran
Skizofrenia Sedunia untuk meningkatkan kesadaran untuk perawatan kesehatan
mental yang lebih baik.
Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang dapat
memengaruhi tingkah laku, emosi, dan komunikasi. Penderita skizofrenia bisa
mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku.
Gejala Skizofrenia
Orang yang menderita skizofrenia akan menujukkan beberapa
gejala. Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa gejala
skizofrenia.
1. Halusinasi penglihatan, pendengaran, atau merasakan
sesuatu yang tidak ada.
2. Delusi atau sulit membedakan hal nyata dan tidak nyata
3. Berperilaku abnormal seperti penampilan aneh, bicara
tidak koheren, berkeliaran, bergumam atau tertawa sendiri,
4. Pengabaian diri
Pengobatan Skizofrenia
Belum ada obat khusus untuk penderita skizofrenia. Namun,
ada pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala sehingga penderita
skizofrenia bisa hidup layaknya orang normal.
Mengutip laman kesehatan halodoc, Rabu (24/5) berikut cara
pengobatan pengidap skizofrenia.
1. Obat
Obat yang diberikan adalah antipsikotik yang memengaruhi zat
neurotransmitter dalam otak. Obat ini mampu menurunkan kecemasan, menurunkan
atau mencegah halusinasi, dan membantu menjaga kemampuan berpikir. Namun
sebaiknya penggunaan obat harus dikombinasikan dengan terapi psikologis.
2. Terapi psikologis
bisa membantu pengidap untuk menemukan cara mengelola gejala
saat sekolah atau bekerja, atau dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Contoh terapi psikologis yang bisa dilakukan untuk mengatasi skizofrenia,
antara lain terapi perilaku kognitif, pelatihan keterampilan perilaku, dukungan
pekerjaan, dan intervensi remediasi kognitif.
Metode ECT dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik
eksternal ke otak pengidap yang sebelumnya sudah dianestesi atau ditidurkan,
sehingga kekacauan listrik pada otak penyebab gejala halusinasi dapat
berkurang.