Kasat Reskrim: Motor dan Senpi Eksekutor Najamuddin Dibeli Online - Celebesmedia

Kasat Reskrim: Motor dan Senpi Eksekutor Najamuddin Dibeli Online

Rini - 20 May 2022 23:45 WIB

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Polisi kembali menyebut Senjata api (Senpi) yang digunakan menembak nyawa pegawai Dinas Perhubungan Makassar, Najamuddin Sewang dibeli secara online.

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Truly Sohomuntal Simanjuntak di sela rekonstruksi di Kantor Polsek Tamalate, Jalan Danau Tanjung Bunga, Makassar, Jumat, (20/5/2022).

"Senjata api dan motor sama dibeli di  market place (toko online)," ucap Reonald

Sebelumnya diberitakan pernyataan yang sama juga sempat dilontarkan oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhy Haryanto. 

"Untuk barang bukti senjata setelah kita telusuri ini dimiliki oleh tersangka insial SL (eksekutor) dan mendapatkan senjata dengan cara membeli secara online, setelah kita telusuri senjata ternyata dari jaringan teroris," kata Budhy Haryanto dalam jumpa pers di Mapolrestabes Makassar Senin (18/4/2022).

Namun tak lama setelah Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhy Haryanto mengatakan hal tersebut, Polda Sulawesi Selatan mengklarifikasi pernyataan Budhy Haryanto yang menyebut pistol yang digunakan membunuh Najamuddin Sewang, dibeli dari pelaku jaringan teroris.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana mengatakan jika Pistol itu ternyata milik oknum polisi bernama Chaerul Aklam yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka 

"Tidak ada itu (pistol dibeli dari jaringan teroris). Itu informasi awalnya gitu, tapi setelah didalami informasi itu nggak benar," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana, Kamis (21/4/2022).

Chaerul diduga berbohong saat memberikan keterangan awal kepada penyidik. Namun setelah diteliti lebih lanjut, pistol jenis revolver tersebut ternyata milik Polri.

"Awalnya dia mengelabui, tapi setelah dikroscek, tidak terbukti," kata Komang Suartana.

Sehingga, asal muasal senpi yang digunakan menghabisi nyawa Najamuddin Sewang ada dua versi. Jika versi Polda Sulsel berasal dari oknum anggota Brimob Polda Sulsel sedangkan versi Polrestabes Makassar mengatakan senpi tersebut dibeli dari toko online.

(Laporan: Darsil Yahya)

Tag