CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama
Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) membahas pengusulan calon
Pahlawan Nasional tahun 2025. Semangat kerukunan dan kebersamaan menjadi dasar
penentuan gelar kali ini.
Semangat tersebut kemudian menjadi pedoman bagi anggota
TP2GP yang terdiri dari Staf Ahli, akademisi, budayawan, perwakilan BRIN, TNI,
serta Perpustakaan Nasional.
Selain lintas unsur sosial, mekanisme pengusulan Pahlawan
Nasional juga harus melalui tahapan berjenjang dari tingkat daerah hingga ke
pemerintah pusat.
“Jadi memenuhi syarat melalui mekanisme. Ada tanda tangan
Bupati, Gubernur, itu baru ke kita. Jadi memang prosesnya dari bawah,” kata
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
10 Nama Masuk Daftar Usulan
Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati
Kurniasih mengungkapkan sudah ada 10 nama yang masuk dalam daftar usulan calon
Pahlawan Nasional 2025.
Dari jumlah tersebut, empat nama merupakan usulan baru,
sementara enam lainnya merupakan pengajuan kembali dari tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa tokoh yang kembali diusulkan, antara lain K.H.
Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Jenderal Soeharto (Jawa Tengah), K.H. Bisri
Sansuri (Jawa Timur), Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah), Teuku Abdul
Hamid Azwar (Aceh), dan K.H. Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat).
Sementara itu, empat nama baru yang diusulkan tahun ini,
yaitu Anak Agung Gede Anom Mudita (Bali), Deman Tende (Sulawesi Barat), Prof.
Dr. Midian Sirait (Sumatera Utara), dan K.H. Yusuf Hasim (Jawa Timur).
Nama-nama yang telah disepakati Dewan Gelar pada 2024 akan
kembali diusulkan pada 2025. Hal ini dilakukan karena hingga saat ini belum ada
keputusan dari Presiden terkait usulan tersebut.
“Karena belum ada catatan apapun dari Presiden tentang
usulan yang sudah dibuat oleh Menteri Sosial sebelumnya. Pastinya saya akan
memberikan laporan agar pengangkatan gelar tahun ini bisa disertakan dengan
tahun sebelumnya, tahun 2024. Jadi ada dua (usulan) bila Presiden berkenan,”
kata Mensos Gus Ipul.
Nama-nama yang telah disepakati Dewan Gelar pada 2024,
antara lain Andi Makasau, Letjen Bambang Sugeng, Rahma El Yunusiah, Frans Seda,
Letkol Muhammad Sroedji, AM Sangaji, Marsekal Rd. Soerjadi Soerjadarma, serta
Sultan Muhammad Salahuddin.
Pengusulan calon pahlawan ini dibatasi sampai 11 April 2025.
Setelah tahap verifikasi, dan sidang pleno TP2GP akan menyampaikan rekomendasi
usulan calon Pahlawan Nasional dari Menteri Sosial kepada Presiden. Selanjutnya
Presiden memilih daftar nama yang diajukan untuk dianugerahi gelar Pahlawan
Nasional.
Proses pengusulan Pahlawan Nasional 2025 dipastikan berjalan
transparan dan efektif. Kemensos bersama TP2GP berkomitmen memastikan bahwa
tokoh-tokoh yang diajukan memiliki kontribusi besar bagi bangsa, selaras dengan
semangat persatuan dan kebersamaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Sumber: Kemensos