Bukan Cuma Gerah, Ini Bahaya Cuaca Panas bagi Kesehatan - Celebesmedia

Bukan Cuma Gerah, Ini Bahaya Cuaca Panas bagi Kesehatan

- 21 September 2026 15:08 WIB

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Cuaca panas sering kali dianggap hanya menyebabkan rasa gerah dan membuat tubuh lebih cepat lelah. Padahal, paparan panas berlebihan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama ketika tubuh tidak mampu mempertahankan suhu normal.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut paparan panas sebagai salah satu risiko lingkungan yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan. Kondisi panas dapat menyebabkan stres panas dan memperburuk sejumlah penyakit yang sudah dimiliki seseorang.

 Melansir laman WHO, panas ekstrem dapat memengaruhi berbagai organ tubuh. Risiko tersebut semakin besar pada orang lanjut usia, bayi dan anak-anak, pekerja luar ruangan, serta orang yang memiliki penyakit kronis.

Berikut sejumlah bahaya cuaca panas yang perlu diwaspadai.

 1. Dehidrasi

Salah satu dampak paling umum dari cuaca panas adalah dehidrasi. Ketika suhu meningkat, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh.

Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, tubuh dapat kekurangan cairan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa haus berlebihan, mulut kering, lemas, sakit kepala, pusing, hingga berkurangnya frekuensi buang air kecil.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kehilangan air dan garam akibat banyak berkeringat dapat berkontribusi terhadap terjadinya _heat exhaustion_ atau kelelahan akibat panas.

 2. Kelelahan Akibat Panas

Paparan suhu tinggi juga dapat menyebabkan _heat exhaustion_. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak air dan garam akibat berkeringat.

Mengutip CDC, gejala _heat exhaustion_ dapat berupa sakit kepala, mual, pusing, lemas, mudah tersinggung, rasa haus, keringat berlebihan dan peningkatan suhu tubuh.

Jika mengalami gejala tersebut, seseorang perlu segera menghentikan aktivitas dan berpindah ke tempat yang lebih sejuk.

 3. Kram Panas

Cuaca panas juga dapat memicu heat cramps atau kram akibat panas. Kondisi tersebut biasanya berupa kejang atau nyeri otot yang muncul setelah seseorang melakukan aktivitas fisik dan banyak berkeringat.

CDC menjelaskan bahwa kram panas berkaitan dengan hilangnya garam dan cairan dalam jumlah besar melalui keringat.

Kram dapat muncul pada otot yang digunakan saat beraktivitas, seperti lengan, kaki atau perut.

 4. Heatstroke

 Bahaya yang paling serius adalah heatstroke. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis karena tubuh kehilangan kemampuan untuk mengendalikan suhu.

Menurut CDC, heatstroke dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat dengan cepat dan dapat memicu kerusakan otak, jantung, ginjal serta organ tubuh lainnya apabila tidak segera ditangani.

Gejala yang perlu diperhatikan antara lain kebingungan, perubahan kondisi mental, kehilangan kesadaran, kejang dan tubuh yang sangat panas.

 CDC menegaskan, “Heat stroke is a medical emergency.”

 Jika seseorang mengalami tanda-tanda _heatstroke_, pertolongan medis perlu segera dicari.

5. Memperburuk Penyakit Jantung

Cuaca panas juga dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular. Tubuh meningkatkan aliran darah ke kulit untuk membantu melepaskan panas.

WHO menjelaskan bahwa paparan panas dapat memperburuk kondisi kesehatan tertentu, termasuk penyakit kardiovaskular.

Risiko ini menjadi perhatian khusus bagi orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau kondisi kesehatan kronis lainnya.

6. Gangguan pada Ginjal

Kehilangan cairan dalam jumlah besar akibat panas dan keringat juga dapat memberikan tekanan pada fungsi ginjal.

Menurut WHO, paparan panas dapat berkaitan dengan gangguan pada ginjal, terutama ketika tubuh mengalami dehidrasi atau bekerja dalam kondisi panas dalam waktu lama.

Risiko tersebut menjadi lebih relevan bagi orang yang bekerja di lingkungan panas atau melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan.

7. Memperburuk Kondisi Kesehatan Kronis

Dampak cuaca panas tidak hanya dirasakan oleh orang yang sedang beraktivitas di luar ruangan. Panas ekstrem juga dapat memperburuk berbagai kondisi kesehatan yang sudah ada.

Melansir WHO, panas dapat memperburuk penyakit kardiovaskular, diabetes dan gangguan pernapasan. Kondisi kesehatan mental juga dapat terdampak oleh paparan panas.

Karena itu, kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih ketika suhu udara meningkat.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat panas, WHO menyarankan masyarakat menghindari aktivitas berat pada waktu terpanas, mencari tempat yang teduh atau sejuk, serta menjaga tubuh tetap terhidrasi.

 Sumber: WHO/CDC

Tag