CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pada April 2022, gabungan 5 kota IHK di Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 1,21 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,07 pada Maret 2022 menjadi 110,38 pada April 2022.
Lanju inflasi (kenaikan harga-harga) di Sulsel tersebut cukup tinggi dibanding inflasi nasional, walaupun Sulsel bukan yang tertinggi.
Dengan demikian, tngkat inflasi tahun kalender Sulsel sebesar 2,29 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2022 terhadap April 2021) sebesar 3,38 persen.
Dari 5 kota IHK di Sulsel, seluruh kota (Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare, dan Palopo) mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar sebesar 1,27 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bulukumba sebesar 0,62 persen.
Secara nasional, menurut data terbaru Badan Pusat Statistik, pada April 2022 terjadi inflasi hanya sebesar 0,95 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98.
Seluruh kota di Indonesia mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,58 persen dengan IHK sebesar 113,46 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 0,22 persen dengan IHK sebesar 110,58.
Khusus di Sulsel, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,80 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,17 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,62 persen;
Kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen; kelompok transportasi sebesar 0,65 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,08 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,37 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,41 persen; sementara itu kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.