CELEBESMEDIA.ID,
Makassar - Kekacauan terjadi di pusat
vaksinasi COVID-19 di Manila, Filipina pada Kamis (5/8/2021). Manila menerapkan
lockdown dua pekan per Jumat ini untuk menekan penyebaran varian Delta COVID-19.
Namun pada foto –foto di media sosial menunjukkan orang berdesakan berebut agar
jadi yang pertama untuk divaksin. Kerumunan itu mendorong polisi turun tangan
agar warga yang mengantre menjaga jarak sosial.
Ribuan orang ini terlihat berdesakan di sejumlah pusat
vaksinasi Covid-19 di Filipina tanpa menjaga jarak, yang menyebabkan kekacauan
menjelang penerapan kembali lockdown di Manila.
Seperti yang dilansir dari CNN, para warga membeludak karena
berbagai hoaks di jejaring sosial, salah satunya isu warga yang belum divaksin
tak boleh bepergian selama lockdown.
Akibat antrean panjang dan situasi tidak kondusif ini, seorang penjual makanan di Manila, Ofelia Gonzales (36), tak kebagian karena sudah melewati batas waktu vaksin, padahal ia telah mengantre sejak Rabu (4/8/2021) malam.
"Kalau lockdown terus diperpanjang, siapa yang akan
menyediakan makanan jika kita tidak bisa keluar?" tuturnya.
Warga lain yang turut antre, Maricel Bacay (59), juga
sengaja datang pukul 03.00 waktu setempat ke Kota Antipolo, Provinsi Rizal,
untuk menghindari kerumunan. Ia khawatir warga berjejalan karena isu-isu
tertentu.
"Ada berita bahwa Anda tak bisa masuk ke mal atau supermarket jika Anda tak divaksinasi," kata Bacay.
Secara keseluruhan, Filipina sudah melaporkan 1,6 juta kasus
Covid, dan 28 ribu lebih angka kematian. Jumlah itu membuat negara ini
menempati posisi tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia.
Di tengah banjir kasus Covid-19 ini, baru 9,3 persen atau
10,3 juta warga yang sudah divaksin secara lengkap, dari total penduduk 110
juta orang. Pemerintah menargetkan akan memvaksin hingga 70 persen populasi di
tahun 2021 ini.