Kadisdag Sulsel Bingung Soal Kelangkaan Minyak Goreng - Celebesmedia

Kadisdag Sulsel Bingung Soal Kelangkaan Minyak Goreng

Rini - 03 March 2022 14:14 WIB

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashari F. Radjamilo bingung dengan kelangkaan minyak goreng yang masih terjadi di Sulsel. Berdasarkan hitungannya seharusnya kebutuhan minyak di Sulsel dapat terpenuhi. Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel bidang ekonomi, Rabu (02/03/2022).

Ashari menyampaikan Kementerian Perdagangan telah mengirim 5,3 juta liter minyak goreng ke Sulsel. Ia menilai jumlah tersebut sudah memenuhi kebutuhan minyak goreng warga Sulsel. 

“Kebutuhan minyak di Provinsi Sulawesi selatan mencapai 7.451.400 liter/bulan, jika dirata-ratakan per liternya, maka kita di Sulawesi Selatan membutuhkan 248.047 liter/hari.  Kementerian Perdagangan per 1 Maret 2022, sepanjang bulan Februari minyak goreng yang sudah dikirim ke Sulawesi Selatan dalam 15 hari terakhir itu sudah sebanyak 5,3 juta liter dari kebutuhan 3.720.705 liter/15 hari terakhir pada bulan Februari 2022,” jelasnya.

Ia juga menambahkan harga minyak di pasar seharusnya sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, namun kondisi di lapangan sangat berbeda.

“Seharusnya harga di pasar sudah sesuai dengan HET yang berlaku, yakni untuk minyak goreng curah sebesar Rp11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp13.500/liter, dan untuk kemasan premium itu sebesar Rp14.000/liter. Namun kita ketahui bersama bahwa kondisi di lapangan ini terjadi sangat berbeda sekali dengan kondisi yang seharusnya,” tambah Radjamilo.

Ia berharap agar Sulawesi Selatan secepatnya keluar dari persoalan kelangkaan minyak goreng mengingat sekitar satu bulan lagi akan memasuki bulan puasa.

“Harapan kami, harapan kita semua dan saya mewakili Plt Gubernur untuk secepatnya kita keluar dari persoalan minyak ini, karena satu bulan ke depan insyaAllah kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Jangan sampai, hanya karena persoalan minyak goreng sampai tidak khusu kita punya puasa,” tutupnya

(Laporan: Fitri Khaerunnisa) 

Tag