CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar mengeluarkan peringatan dini terhadap gelombang tinggi.
Melalui keterangan tertulisnya, prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar, Muhammad Fuad Islami menjelaskan gelombang tinggi diperkirakan mengalami kenaikan dari 1,25 meter hingga 4 meter.
"Gelombang tinggi 1,25 hingg 4 meter ini diprediksi terjadi di Selat Makassar bagian selatan, perairan Spermonde Makassar bagian barat dan perairan barat Kepulauan Selayar," jelasnya melalui keterangan tertulis, Minggu (20/2/2022).
Gelombang tinggi terjadi karena terdapat pola sirkulasi terbuka di laut Arufuru yang menyebabkan terikan angin menuju wilayah tersebut, sehingga membentuk daerah konvergensi atau daerah pertemuan angin di Selat Makassar, Teluk Bone, Sulawesi Tenggara hingga Laut Banda.
Sedangkan kecepatan angin tertinggi terpantau di sekitar Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Laut Flores, dan Laut Banda.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dar barat Laut - timur laut dengan kecepatan 10 - 28 knot. Di Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan 13-32 knot.
Sebelumnya, pada Jumat (18/2/2022) lalu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan, juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang akan melanda Sulawesi Selatan. Hujan dengan kntensita ssedang hingga lebat diprakirakan kaan terjadi selama empat hari mulai Ahad (20/2/2022) hingga Rabu (23/2/2022).
"Prospek kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulawesi Selatan," ujar Plt Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet.