Kasus Positif Rendah, Suardi Saleh Bicara Penanganan Covid-19 di Barru - Celebesmedia

Kasus Positif Rendah, Suardi Saleh Bicara Penanganan Covid-19 di Barru

Buce - 01 September 2021 11:53 WIB

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bupati Barru, Ir. H. Suardi Saleh, M.Si menjadi narasumber dalam talkshow Celebes Virtual Business Week (CVBW) 2021 Session 2 yang digelar di Function Room (FR) Menara Bosowa, Rabu (1/9/2021), dengan mengangkat tema 'Cara Barru Lawan Corona dengan Germas'.

Kabupaten Barru merupakan salah satu daerah yang tingkat keterpaparan Covid-19 ke masyarakatnya sangat rendah. Salah satu upaya yang digalakkan Pemkab adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

"Saya bersyukur sejak 2017 kami launching namanya Germas. Ini sangat membantu sekali, Germas adalah gerakan memasyarakatkan hidup sehat sekaligus juga mengedukasi masyarakat untuk meninggalkan cara-cara kurang sehat," jelas Suardi Saleh.

"Kalau kita lihat awalnya kenapa ini ada Germas adalah keresahan pemerintah melihat gaya hidup masyarakat yang tidak sehat," tambahnya.

Selain itu, Pemkab Barru juga telah menyiapkan berbagai upaya memutus mata rantai Covid-19. Pertama, membentuk gugus tugas secara nasional.

"Yang membedakan, kita libatkan seluruh stakeholder utama seperti Palang Merah dan Baznas, karena kami sangat yakin kalau hanya pemerintah tidak bisa bergerak, karena yang dibutuhkan adalah kesadaran masyarakat kita sendiri," terang Suardi.

Kedua, untuk memudahkan koordinasi Pemkab Barru membentuk posko terpadu yang dilengkapi pusat vaksin dan rapid test, termasuk pelayanan perizinan kepada masyarakat.

"Karena semua kegiatan-kegiatan masyarakat itu harus mendapat izin dari Satgas Covid, disamping tentunya mendapat pengarahan-pengarahan apa yang harus dilakukan seperti menyiapkan masker, atau menyarankan kalau bisa tidak prasmanan dengan diganti nasi kotak. Karena biasanya di pesta itu kerumunan terjadi pada saat makan. Jadi kita edukasi," ujar Suardi.

Meski kasus positif Covid-19 sangat rendah, Pemkab Barru tetap mengantisipasi kondisi terburuk dengan menyiapkan 34 ruang isolasi di rumah sakit, yang dilengkapi tenaga kesehatan, peralatan medis, serta kesiapan lainnya.

"Ada juga rumah isolasi. Bangunan milik Pemda ada Bola Sobae dan Bola Pitue kita siapkan sebagai ruang isolasi. Bola Sobae ada 18 ruang dan Bola Pitue ada 7 kamar. Tapi alhamdulillah tidak pernah full," ungkap Suardi.

Tag