Daya Listrik Sulbagsel Drop Imbas Kemarau di Poso - Celebesmedia

Daya Listrik Sulbagsel Drop Imbas Kemarau di Poso

- 08 November 2026 07:18 WIB

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Pasokan listrik pada sistem interkoneksi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah (Sulbagsel) menghadapi tantangan operasional. Fenomena El Nino yang memicu penurunan debit air di Danau Poso, Sulawesi Tengah, berdampak langsung pada penurunan daya pasok Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso.

Saat ini, daya pasok PLTA Poso menyusut hingga 200 Megawatt (MW) dari kapasitas normal yang mencapai 515 MW. Penurunan ini memicu defisit signifikan pada sistem Sulbagsel, mengingat porsi energi hidro menyumbang lebih dari 30 persen dari total pasokan kelistrikan kawasan tersebut.

PLTA Poso menyuplai sistem kelistrikan di 4 provinsi yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

"Kondisi ketersediaan air di Danau Poso menjadi tantangan utama mengingat PLTA menyumbang lebih dari 30 persen pasokan daya sistem Sulbagsel. Kami bergerak cepat mengoptimalkan unit yang ada dan memantau kesiapan teknis pembangkit penopang lain," jelas Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan dalam keterangan tertulisnya, Ahad (8/11).

Tekanan pada sistem kelistrikan makin bertambah seiring masuknya jadwal pemeliharaan rutin pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto. Kombinasi faktor cuaca dan perawatan infrastruktur ini menuntut langkah taktis untuk merawat stabilitas arus listrik ke masyarakat.

Menanggapi situasi ini, PT PLN (Persero) mengoptimalkan pembangkit yang tersedia serta mempercepat perbaikan jaringan. Koordinasi intensif ditingkatkan bersama seluruh pengelola pembangkit dan pemangku kepentingan kawasan.

PLN juga mengawal ketat kesiapan teknis di PLTU Moramo dan PLTU Palu 3. Kedua pembangkit tersebut diproyeksikan segera memperkuat daya pasok setelah seluruh pengujian keselamatan serta kelayakan operasi rampung.

Sebagai langkah jangka panjang untuk memulihkan cadangan air, PLN menyokong pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sekitar tangkapan air Danau Poso yang bergulir sejak pertengahan Oktober lalu. Operasi rekayasa cuaca ini diharapkan mampu meningkatkan curah hujan sehingga kapasitas operasional PLTA berangsur pulih.

Pihak manajemen PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan di wilayah terdampak. Seluruh personel teknis disiagakan di lapangan guna mengawal keandalan sistem secara nonstop.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan masyarakat. Seluruh tim teknis bekerja maksimal memulihkan sistem, termasuk mendukung Teknologi Modifikasi Cuaca demi mengembalikan keandalan pasokan kelistrikan," ucapnya.

Masyarakat mengimbau agar tetap bijak dan efisien dalam mengonsumsi listrik daya harian selama masa pemulihan berlangsung.

Tag