CELEBESMEDIA.ID, Makassar - PSM Makassar akan menantang Svay
Rieng FC dalam pertandingan ketiga ASEAN Club Championship (ACC) 2024/2025,
Rabu (8/1/2025).
Pertandingan seharusnya menjadi ajang untuk bangkit setelah
menutup Liga 1 dengan hasil kekalahan dramatis dari Persita Tangerang.
Disebut pertandingan dramatis karena PSM lebih dulu unggul
1-0. Meski hanya main 10 orang setelah salah satu pemainnya mendapat kartu
merah, Persita membalik kedudukan, mengalahkan PSM.
Ditambah lagi dalam pertandingan sebelumnya, PSM Makassar
dihukum kalah 3-0 dari Barito Putera; pengurangan tiga poin dan denda Rp 90
juta. Akibatnya, PSM menyudahi putaran pertama Liga 1 2024/25 di posisi 11
dengan 24 poin.
Olehnya itu, PSM akan menjadikan Svay Rieng sebagai
pelampiasan. Kemenangan jadi target meski bertindak sebagai tamu di Stadion
Phnom Penh Olympic, Kamboja, Rabu (8/1) pukul 20.30 Wita.
PSM Makassar butuh tiga poin demi menjaga peluang lolos ke
babak delapan besar. Anak asuh Bernardo Tavares sekarang memimpin klasemen Grup
A ACC dengan empat poin, hasil sekali menang dan sekali kalah.
Tekad untuk bangkit ini diutarakan oleh kapten PSM Makassar
Akbar Tanjung "Semoga laga selanjutnya kita bisa mendapatkan hasil
diinginkan. (menang)," katanya belum lama ini.
Namun, untuk membawa pulang tiga poin takkan mudah. Svay
Rieng merupakan juara Liga Kamboja 2023/2024. Permainan konsisten mereka
berlanjut hingga musim ini. Bahkan, saat ini berada di posisi dua klasemen
dengan 37 poin, Selisih tiga poin dengan pemimpin klasemen Liga Kamboja. Phnom
Penh Crown.
Untuk di ACC, anak asuh Pep Munoz ini di posisi empat dengan
tiga poin.
Pengamat Sepak Bola, Basri Badussalam masih mengunggulkan
PSM Makassar melawan Svay Rieng. Hal ini berdasarkan kompetisi diarungi kedua
tim, PSM Makassar yang dinilai lebih baik karena kompetisi Liga 1 lebih kompetitif
dibandingkan Liga Kamboja.
"Saya rasa PSM Makassar masih bisa berbicara lawan Svay
Rieng," katanya sebagaimana dikutip dari Tribun Timur.com, Senin (6/1).
la menyebut, keterpurukan di akhir putaran Liga 1 menjadi
bahan evaluasi bagi PSM Makassar. Benahi kekurangan tim. Apalagi, Juku Eja akan
membawa nama Indonesia di turnamen antarklub Asia Tenggara ini.
“PSM Makassar harus bangkit. Mereka membawa nama Indonesia
di kancah internasional," ucapnya.