CELEBESMEDIA.ID, Jeneponto - Banjir yang melanda sebagian
besar daerah Sulsel akhir Januari lalu menimbulkan berbagai dampak kerugian
bagi warga. Seperti halnya yang dialami warga Kecamatan Turatea, Kabupaten
Jeneponto.
Selain sejumlah rumah warga terendam dan hanyut terbawa arus
banjir, sejumlah fasilitas juga rusak. Salah satunya terputusnya jembatan yang
berada di perbatasan antara Desa Bonto Matenne dengan Desa Mangepong.
Padahal, jembatan ini menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Turatea. Akibatnya, aktivitas warga terganggunya, termasuk perjalanan bagi anak-anak sekolah yang biasanya menggunakan akses jembatan tersebut.
Melihat kondisi demikian, prajurit Kodam XIV/Hasanuddin dari
Kodim 1425/Jeneponto dan Yonif 726/Tamalatea yang dipimpin langsung Dandim
1425/Jeneponto, Letkol Arh Sugiri, berinisiatif untuk membuat rakit dari bambu
dan drum. Kemudian, dipasang tali tambang dari ujung sungai agar memudahkan
mengalirkan perahu tersebut.
Pengerjaan rakit juga melibatkan unsur Pemuda Muhammadiyah,
IPM dan IMM cabang Jeneponto yang dikoordinir oleh Dandim 1425/Jeneponto.
"Kami diarahkan oleh Pak Dandim dan bahu membahu dengan
pihak TNI dalam pengerjaan rakit serta pengoperasionalannya," jelas
Syahrir, tokoh Pemuda Muhammadiyah
Meskipun sangat sederhana namun warga sekitar dan anak-anak
sekolah sangat terbantu dengan adanya rakit tersebut.(*)