4 Kiat Cegah 'Heat Stroke' Akibat Paparan Cuaca Panas

Ilustrasi - foto by freepik

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Cuaca panas ekstrem yang berkepanjangan tengah melanda beberapa negara, termasuk di Indonesia.

Cuaca yang terlampau panas tak hanya berampak dehidrasi, namun paparan cuaca panas juga bisa menyebabkan terancam heat stroke.

Heat stroke merupakan kondisi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu yang drastis akibat dari paparan cuaca panas.

Mengutip dari CNN Indonesia, ketika heat stroke menyerang, tak hanya sakit kepala yang dirasakan, namun juga berimbas ke organ penting di dalam tubuh seperti otak, hati, ginjal, dan otot.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah heat stroke selama cuaca panas, mengutip Antara, Minggu (13/8/2023).

1. Jaga keseimbangan cairan tubuh 

Tubuh perlu mengonsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat cuaca panas.

Jumlah asupan makanan dan minuman bisa berbeda bagi setiap orang, tetapi, aturan praktis yang disarankan adalah menggandakan jumlahnya pada hari yang bercuaca sangat panas.

Tidak hanya mengkonsumsi air putih sebagai cairan terbaik pencegah dehidrasi, tubuh juga membutuhkan elektrolit untuk menggantikan banyak mineral yang hilang saat berkeringat. Usahakan untuk mengonsumsi 118 - 237 ml cairan.  

2. Kenakan pakaian yang nyaman

Saat cuaca yang panas, kenakan pakaian berbahan aktif menyerap keringat yang ringan untuk membantu tubuh bernapas dan menyejukkan diri secara alami.

Jangan lupa memilih pakaian berwarna terang karena warna gelap justru akan menyerap panas dari matahari. Gunakan pula pelindung (vizor) dan kacamata hitam untuk menghindari silaunya sinar matahari saat berlari.

3. Gunakan tabir surya

Gunakan juga tabir surya untuk melindungi area tubuh yang terpapar terik matahari. Pastikan formulanya ringan sehingga dapat langsung diserap oleh kulit, serta memiliki faktor perlindungan matahari minimal (SPF) 50, dan mampu menahan keringat sehingga tidak menetes ke mata.

4. Pantau diri sendiri secara proakti

Kenali tanda atau sinyal tubuh saat mulai mengalami kelelahan akibat cuaca yang panas.

Jika di tengah berlari maraton timbul rasa pening, sakit kepala, keringat berlebihan hingga kulit menjadi pucat dan lembap, mengalami ruam akibat panas, kram di bagian tubuh tertentu, detak jantung yang sangat cepat, suhu tubuh yang meningkat, merasa lemah, dan sangat haus, segera pelankan ritme lari secara bertahap untuk bisa berhenti dan menepi sejenak.

Jangan abaikan peringatan tubuh saat mengalami kelelahan akibat cuaca yang panas dan segera cari bantuan medis jika gejala yang dirasakan terus berlanjut.