Pesan Erwin Aksa di HUT ke-48 Bosowa: Sabar, Inovatif, dan Jaga Kesehatan

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Komisaris Bosowa Corporindo Erwin Aksa meminta seluruh direksi dan karyawan Bosowa Group untuk senantiasa bersabar menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang telah merontokkan semua sektor usaha.
Kecuali bersabar, putra sulung pendiri Bosowa HM Aksa Mahmud itu menekankan perlunya karyawan melakukan efisiensi biaya dan terus berinovasi melakukan terobosan-terobosan untuk menyiasati kondisi bisnis yang menyulitkan semua pengusaha.
Nasihat dan imbauan itu dikemukakan Erwin Aksa dalam acara peringatan hari jadi ke-48 Bosowa yang bertepatan pada Senin 22 Februari 2021.
Peringatan hari jadi itu digelar secara virtual dengan pusat aktivitas di kantor Bosowa Menara Karya Jakarta.
Pendiri Bosowa HM Aksa Mahmud sendiri mengikuti acara yang berlangsung sekitar 2 jam itu dari kantornya di lantai 23 Menara Bosowa Makassar.
Menurut pemandu acara, kegiatan HUT yang ditandai pemotongan tumpeng oleh Erwin Aksa itu diikuti secara online oleh lebih 1.300 direksi dan karyawan. Belum terhitung yang menyaksikannya dengan cara nonton bareng di kantor masing-masing yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Bersabarlah. Dan terus inovatif, lakukan terobosan-terobosan untuk menyiasati situasi ini. Tidak ada seorang pun yang saya temui yang tidak menyatakan bisnis dalam kondisi kesulitan dan susah gara-gara pandemi Covid-19 ini," kata Erwin.
Akan tetapi, meski demikian, karyawan harus terus bekerja keras, terus berinovasi, tetapi menjaga kesehatan jauh lebih penting.
"Menjaga kesehatan di atas segalanya dalam situasi dan kondisi Covid-19 ini. Covid ini sangat berbahaya," pesan Erwin.
Menurut Erwin, situasi pandemi Covid-19 ini masih akan lama berlangsung sampai ditemukannya vaksin tetap. Sebab vaksinasi yang dilakukan saat ini masih menggunakan vaksin sementara.
Erwin pun mengingatkan bahwa inilah pertama kalinya terjadi peringatan HUT Bosowa digelar tanpa tatap muka langsung antara pendiri dan keluarga, jajaran direksi dan seluruh karyawan.
Pandemi Covid-19 ini, kata Erwin ibarat gelombang besar yang menghantam dunia, khususnya Indonesia.
Ombak besarnya ada dua. Pertama ombak kesehatan dan kedua berdampak pada bisnis. Banyak usaha yang terpaksa tutup.
Bahkan menurut pengalaman Erwin dampaknya lebih dahsyat dari krisis ekonomi tahun 1997 yang juga memporak-porandakan banyak bisnis.
"Tetapi yakinlah. Setiap krisis itu ada peluang. Mari kita semua berusaha menemukan peluang-peluang itu, melakukan efisiensi dan terobosan-terobosan," katanya.