Kisah Perjuangan 'Sang Pangeran' Bangkit dari Cedera Parah

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tidak banyak pesepakbola profesional di Indonesia yang memiliki loyalitas tinggi bagi klubnya. Salah satunya adalah Rasyid Assyahid Bakri atau lebih dikenal dengan nama Rasyid Bakri.
Rasyid Bakri membela PSM sejak awal karir profesionalnya. Ia memulai debutnya pada 2006 bersama PSM U-15, kemudian gabung PSM U-21 dan promosi ke tim senior pada tahun 2011.
"Saya promosi ke tim senior PSM di tahun 2011 yang waktu itu pelatihnya Petar Segrt," ungkap Rasyid dikutip dari channel resmi PSM Makassar di YouTube.
Pemain kelahiran Kabupaten Gowa, 17 Januari 1991 ini sudah membela PSM selama 10 tahun. Ia tetap setia membela panji Tim Juku Eja meski pelatih dan pemain silih berganti.
Meski demikian, pemain berjuluk 'Sang Pangeran' tersebut sempat mengalami masa sulit di Stadion Mattoanging. Putra pasangan Bakri Jalil dan Supiani ini dihantui cedera parah yang membuatnya harus absen nyaris satu musim.
Rasyid mengalami cedera lutut parah atau Anterior Cruciate Ligament (ACL) dalam laga uji coba PSM vs Celebest FC (Palu) di Stadion Mattoanging, Rabu (12/4/2017) silam. Cedera ACL merupakan momok bagi setiap pesepakbola.
"Cedera paling parah di tahun 2017 waktu uji coba melawan Celebest FC, main cuma 5 menit kemudian cedera. Cedera lutut ACL. Saya harus istirahat kurang lebih 7 bulan, jadi saya absen sampai akhir musim. Tapi saya sempat dimainkan oleh Coach Robert Alberts waktu itu di pertandingan terakhir (Liga 1) melawan Madura United sekitar 20 menit sebelum pertandingan selesai," papar Rasyid.
Cedera tersebut sempat membuat Rasyid pesimis soal kelanjutan karirnya. Namun, tanggung jawab berat sebagai tulang punggung keluarga membuat pemain yang mengidolakan Syamsul Haeruddin dan Xavi Hernandez ini pantang menyerah.
"Saya memikirkan bagaimana nasib saya setelah (cedera) ini, apakah saya bisa kembali seperti sedia kala?. Yang kedua, saya memikirkan orangtua waktu itu karena saya salah satu tulang punggung keluarga. Tapi dibalik cedera ini saya mengambil hikmahnya, saya bisa beristirahat beberapa waktu dan instropeksi diri supaya bisa lebih baik. Secara pribadi, saya harus bertobat dalam hukum Islam," kenang pemain bernomor punggung 17 ini.
Perjuangan tidak mengkhianati hasil. Alumni SMA Negeri 1 Bajeng ini pulih setelah berkutat dengan proses pemulihan selama satu tahun. Akhirnya, di Liga 1 2018, Rasyid kembali mendapat kepercayaan mengisi starting line-up PSM yang dinahkodai Robert Alberts.
Kepercayaan dari pelatih pun dibayar dengan penampilan apik oleh Rasyid Bakri. Ia mencatatkan total 1.050 menit bermain dari 25 penampilan di Liga 1 dan Piala Indonesia, dengan torehan 5 assist.
Gelandang berusia 30 tahun ini tetap tampil konsisten di musim 2019. Ia mampu mencetak 3 gol dan 1 assist dari 36 laga (Liga 1, AFC Cup, Piala Indonesia, Piala Presiden). Total Rasyid membukukan 2.033 menit bermain.
Tren positif Rasyid tidak berlanjut di musim 2020, lantaran seluruh kompetisi dihentikan karena pandemi Covid-19.
Sedangkan untuk musim ini, Rasyid mengawali penampilannya dengan baik di turnamen pramusim Piala Menpora 2021. Ia tampil penuh tanpa tergantikan dari 7 laga yang dimainkan PSM hingga partai perebutan tempat ketiga.