Aksa Mahmud : PSM Adalah Aset Sulsel

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Founder Bosowa Group HM Aksa Mahmud menegaskan PSM adalag aset atau brand Sulawesi Selatan (Sulsel). Karenanya ia meminta kepada manajemen Bosowa agar menjaga dan mengembangkan PSM Makassar.
"Saya minta Manajemen Bosowa jaga brand Sulawesi Selatan (Sulsel) oleh karena itu saya minta PSM dikembangkan," ucapnya saat Gala Dinner launching Bosowa Wisata di Pantai Indah Bosowa Makassar di JL Metro Tanjung Bunga, Sabtu (16/7/2022) malam.
Aksa Mahmud menegasakan PSM yang dikelola Bosowa saat ini menyangkut nama besar Susel.
"PSM itu identik dengan Sulsel, identik dengan Bugis Makassar Toraja, Mandar oleh karena itu Bosowa membuat akademi sepakbola di Polewali di Sulbar, itu generasi untuk pemain PSM," ujarnya.
Dia pun mengulas sejarah PSM Makassar yang pernah diambil alih oleh pengusaha asal Jawa Barat, Arifin Panigoro. Kala itu, pemilik PSM yang dikenal adalah duo Ilham dari Makassar, yakni Andi Ilham Mattalatta dan Ilham Arief Siradjuddin. Padahal sesungguhnya ada Arifin Panigoro di belakangnya.
"Kenapa saya katakan Bosowa harus jaga PSM yang merupakan brand Sulsel sebab dulu waktu Aco (IAS) Walikota ada peraturan bahwa semua perserikatan sepak bola harus menjadi Perseroan Terbatas (PT). Waktu Aco walikota dia memiliki PSM kemudian IAS menjual ke Arifin Panigoro," jelasnya.
Tak ingin PSM diambil alih oleh orang yang bukan berdarah Sulsel. Aksa pun langsung memerintah putranya Sadikin Aksa untuk segera membeli kembali PSM Makassar. Bosowa bertanggungjawab terhadap brand Sulsel karena PSM identik dengan Sulsel.
"Saya suruh anak saya Sadikin hubungi Pak Arifin Panigoro untuk PSM dibeli kembali. Bagaimana caranya PSM harus kita ambil masa PSM di miliki orang Jawa Barat," bebernya.
Kata Aksa saat Bosowa meminta membeli kembali PSM. Arifin Ponerogo pun setuju sehingga PSM kembali lagi ke tanah Sulsel.
"Malu rasanya kalau PSM di urus oleh orang dari luar masa bukan orang Sulsel yang urus PSM, begitu historisnya," tandasnya.
Dalam acara yang dirangkaikan dengan miladnya ke-77. Aksa juga menceritakan histori singkat PSM Makassar merupkan klub tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1915 dari 5 klub perserikatan yakni. Persebaya, Persib Bandung, Persija dan PSMS Medan.
"Keempat klub ini sudah pernah turun ke divisi dua. Terbaru PSMS Medan dan satu-satunya sisa PSM yang belum," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan jika PSM hampir mengalami nasib yang sama pada Liga 1 musim lalu. Sebab PSM tidak memiliki home base di Sulsel khususnya di Makassar.
"Jadi tahun lalu karena tidak punya lapangan akhirnya kita main di Jawa dan kita hampir turun di devisi 2 karena peringkat kita 15 tinggal 3 klub di bawah kita karena kita tidak memiliki stadion dan tidak ada penonton," ungkapnya.
Dukungan penonton di Sulsel terhadap PSM Makassar memang sangat besar kata Aksa Mahmud, karenanya ia berharap agar home base PSM tetap berlokasi di Sulsel.
"Jadi kalau supporter bilang tepoki pokoknya pemain mati-matian dan kalau bermarkas di Jawa tidak ada yang bilang tepoki oleh karena itu terpaksa kita berusaha mudahan-mudahan pare-pare bisa lolos verifikasi sehingga bisa jadi home base," harapnya.
Untung, lanjutnya Walikota Taufan Pawe semangat dan luar biasa meberikan dukungan untuk PSM. Sehingga ia berharap 25 Juli mendatang ada tim dari PSSI yang menilai Stadion BJ Habibi Parepare
"Insya Allah PSM main di Parepare. Kalau main di Parepare Insya Allah PSM akan berada di peringkat atas, asal ada supporter bilang tepoki," pungkasnya.
Laporan : Darsil Yahya