Pengamat : IAS Pengaruhi Konstelasi Politik di Makassar

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) - (foto by Ria)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kehadiran mantan Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin (IAS) pasca di pindahkan dari Lapas Sukamiskin Bandung ke Lapas Gunung Sari Makassar, mendapat respon beragam dari berbagai pihak.

Pasalnya, kehadirannya tidak hanya menjadi penyemangat istri dan anaknya menatap Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, namun dipastikan juga akan berpengaruh pada konstelasi Pilkada Makassar 2020 mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla mengungkapkan kekuasaan politik banyak ditentukan oleh tokoh yang berpengaruh. Konon orang yang memegang jabatan dan memiliki pengaruh akan sangat menentukan arah politik.

Adi Suryadi Culla - (foto by Teti)

Olehnya itu, Adi Suryadi memastikan kehadiran IAS di Makassar sebagai sosok yang memiliki pengaruh dan dikenal di Sulsel, bahkan pernah memegang jabatan penting sebagai Walikota Makassar, Ketua Partai Golkar dan menjadi calon gubernur, menjadi bukti bahwa IAS mempunyai pengaruh terhadap perkembangan konstelasi politik Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2020.

“Namun hal ini ditentukan dari IAS sendiri, apakah kedepan dirinya akan mengelola kembali basis pengaruhnya atau tidak. Namun jika IAS kembali ke panggung politik, peta politik di Sulsel pun ikut berubah,” tuturnya saat ditemui CELEBESMEDIA.ID, Selasa siang (19/2/2019).

Dalam Pilwali 2020 mendatang, Ia menambahkan akan ada nuansa baru yang berbeda dengan sebelumnya, ketika IAS belum terlibat secara langsung dimana akan ada kekuatan yang berpengaruh dan menentukan persaingan politik dari figur-figur yang akan muncul dalam Pilwali mendatang.