Gagalkan Kotak Kosong di Pilgub Sulsel, Danny: Demokrasi Itu Bukan Bermusuhan

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Wacana kotak kosong di Pemikihan Gubernur Sulsel kian menguat seiring mengalirnya dukungan partai politik (parpol) bakal pasangan calon Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi.
Namun hal tersebut ditanggapi santai Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang juga Bakal Calon Gubernur Sulsel.
Politisi PDIP tersebut menilai meski kotak kosong adalah hal yang sah saja namun akan lebih baik jika masyarakat menjadi lebih cerdas berdemokrasi dengan memilih pemimpin dari beberapa calon yang maju.
"Saya kira ini bukan persoalan lawan atau fight. Bukan. Kita menegakkan demokrasi. Demokrasi itu bukan bermusuhan yah, tetapi oposisi. Kenapa? Karena masyarakat ingin melihat seperti apa kompetisi dua atau tiga calon yang ada. Sehingga masyarakat punya pilihan yang tepat," ungkap Danny pada sela-sela acara Dinner Bareng Partai Koalisi di kediamannya, Minggu (4/8).
Pria yang akrab disapa Danny Pomanto ini ingin agar kehidupan berdemokrasi di Sulsel baik-baik saja.
"Parpol koalisi inilah yang peduli demokrasi dan peduli rakyat," katanya.
Hingga kini Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi memperoleh dukungan dari partai Nasdem, Gerindra, Demokrat, PSI dan Perindo.
Sedangkan pasangan Danny Pomanto - Azhar Arsyad mengklaim telah mengantongi 3 Parpol koalisi, yakni PDIP, PKB dan PPP yang siap menerbitkan B1-KWK.
Dokumen B1-KWK adalah surat rekomendasi partai politik yang menyatakan dukungan resmi mereka kepada pasangan calon kepala daerah.
Tanpa surat B1-KWK, pasangan calon tidak bisa mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk ikut serta dalam pemilihan.