Hijrah ke Politik, Mantan Jurnalis TV One ini Siap Berjuang Dari Parlemen

CELEBESMEDIA.ID, Pangkep - Mengawali karirnya sebagai jurnalis di Metro TV, Irso yang putra asli Segeri, Kabupaten Pangkep ini, kini memilih hijrah ke dunia politik. Pengalamannya sebagai jurnalis yang meliput hingga kepelosok kampung membuatnya mengetahui banyak persoalan yang dialami masyarakat.
Berbagai liputan di Kabupaten Pangkep pernah ia lakukan. Jangan heran, pemuda yang mengakhiri karir sebagai jurnalis di TV One ini cukup fasih berbicara tentang persoalan kesulitan masyarakat untuk mendapat pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan atau akses masyarakat terhadap pengambilan kebijakan.
Irso yang maju di daerah pemilihan III DPRD Kabupaten Pangkep melalui Partai Berkarya ini meyakini pilihannya untuk masuk ke jalur politik adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya, jalur politik akan menjadi tempat penyaluran idealismenya yang selama ini dia jaga. "Saya yakin sekarang saatnya saya harus maju. Modal pengabdian dan idealisme sebagai wartawan tentu akan jadi pertaruhan saya jika dipercaya menjadi wakil rakyat," ucapnya.
Irso berharap pemilih di dapil di tiga kecamatan yaitu ; Segeri, Ma'rang dan Mandalle mengedepankan hati nurani dalam memilih, karena salah pilih wakil rakyat berarti penderitaan bagi rakyat selama lima tahun. Perilaku politik uang yang dipraktekkan sejumlah politisi menurutnya, karena politisi tersebut tak berani untuk adu gagasan dan program. "Politik ini lapangan untuk adu gagasan di depan rakyat. Kalau semua politisi mengandalkan uang untuk meraih suara, itu adalah pembodohan bagi pemilih," katanya.
Selain membawa harapan untuk perubahan, Irso yang sejak dulu dikenal baik oleh masyarakat ini berharap kepada keluarga dan teman-temannya dari kalangan generasi muda untuk tidak ragu memilihnya. Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak memilih orang-orang yang baru datang ketika pemilu menjelang dengan bermodalkan materi saja.”
“Sudahlah, kita sudah pernah memilih orang karena uangnya saja dan hasilnya setelah pemilu kita ditinggalkan. Selain itu Menyogok dan disogok hukumnya haram menurut agama kita. Membeli suara rakyat dengan materi itu merendahkan demokrasi dan menghina rakyat. Semoga masyarakat sadar akan itu," pungkasnya.