Jelang Kongres PSSI, Relawan Iwan Bule Polisikan Vijaya Fitriyasa Atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik

Laporan polisi relawan Iwan Bule / foto: handover

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - CEO Persis Solo, Vijaya Fitriyasa, dilaporkan ke polisi oleh bernama Rahmad Sukendar yang mengaku sebagai relawan Mochamad Iriawan.

Hal ini tertuang dalam laporan polisi nomor TBL/1268/K/XI/2019/SPKT/Res Tangsel pada Jumat, 1 November 2019, pukul 10.30 WIB. Dalam laporan polisi tersebut, pidana yang diperkarakan kepada Vijaya ialah "pencemaran nama baik melalui media elektronik" kepada Iwan Bule, panggilan Iriawan.

Sekedar diketahui Wijaya dan Iwan Bule sama-sama merupakan calon ketua umum PSSI. Di mana, PSSI akan melakukan Kongres PSSI di Jakarta besok, Sabtu (2/11/2019).

Pencemaran nama baik yang dimaksud adalah tuduhan Vijaya kepada Iwan Bule dalam sebuah talk show di salah satu stasiun televisi. Saat itu, Vijaya menduga Iwan Bule berkompromi dengan pengurus lama PSSI untuk menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023.

"Yang saya sayangkan, Pak Iwan Bule sebagai Jenderal Polisi bintang tiga seharusnya menggunakan momen ini untuk memperbaiki PSSI dan memberantas kartel, bukan kemudian bernegosiasi dengan kartel supaya terpilih," kata Vijaya, kala itu, seperti dikutip dari Bola.net, Jumat (1/11/2019).

Mengenai laporan polisi tersebut, Vijaya malah mengaku tidak menuduh Iwan Bule. Ia menglaim justru mencoba mengingatkan Iwan Bule. "Justru saya membela. Supaya Pak Iwan tidak dituduh oleh kartel. Begitu," ujar Vijaya di monViet, FX Sudirman, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

"Karena ini kan sudah pernah terjadi kepada Pak Edy Rahmayadi (mantan Ketua Umum PSSI). Saya tak mau Pak Iwan kemudian terjebak seperti halnya Pak Edy," imbuhnya.(*)