Dilantik Jadi Ketua PBSI Sulsel, Devo Khaddafi: Tena Kupakasiri Ki

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sekjend PP PBSI, Fadil Imran resmi melantik Devo Khaddafi sebagai Ketua bersama 59 Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Sulawesi Selatan periode 2021-2025 di D'Liquid Hotel Claro Makassar, Sabtu (28/5/2022). 

Ketua PBSI Sulsel Devo Khaddafi dalam sambutannya mengatakan bangga kembali dilantik dan dipercaya sebagai Ketua PBSI Sulsel. Apalagi yang melantiknya adalah Sekjen PP PBSI sekaligus merupakan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran.

"Sebuah kebanggaan pengurus PBSI Sulsel dapat dilantik pada hari ini dan yang melantik adalah salah satu putra terbaik dari Provinsi Sulsel (Fadil Imran)," kata Devo Khaddafi.

Menurutnya, Cabang olahraga bulutangkis adalah cabang olahraga kebanggaan Indonesia maka yang bekerja berbakti dan mengabdi di dalamnya tentu saja bukan orang-orang biasa.

"Pada hari ini kita mulai lagi pengabdian ini untuk menunjukkan lebih baik lagi dibandingkan periode yang sebelumnya. Apalagi hari ini kita dilantik oleh Pak Jenderal Fadil yang orang Sulsel. Kalau yang lantik kami sesama orang Sulsel, orangtua kami dari Sulsel Insya Allah tekad kami di dalam hati tena kupakasiri ki (saya tidak akan permalukan jenderal)," ucapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Devo Kaddafi menyapaikan bahwa pada saat ini sudah tercatat hampir 900 atlet muda yang ada di sistem informasi PBSI Sulsel. "Insya Allah kami targetkan sampai 2025 kita sudah harus mencapai angka 2000 atlet," ujarnya.

Karena ini, lanjutnya sejalan dengan keinginan dari pengurus pusat bagaimana PBSI Sulsel betul-betul memanfaatkan usai muda sampai batas remaja untuk dibina di tingkat daerah.

"Mudah-mudahan setelah dibina di tingkat daerah untuk selanjutnya kami serahkan kepada Pelatnas untuk dibina menjadi atlet-atlet Indonesia," harapnya.

Sementara, Sekjend PP PBSI, Fadil Imran mengungkapkan jika ingin melahirkan atlet-atlet bulutangkis yang berprestasi maka harus dilakukan transformasi dan modernisasi pengelolaan olahraga.

Termasuk PBSI pusat saat ini telah melakukan transformasi dan modernisasi pengelolaan olahraga. Tanpa prestasi tanpa juara, katanya adalah is nothing sehingga untuk melahirkan atlet berprestasi, harus ada transformasi atau gebrakan baru di dunia olahraga bulutangkis.

"Prestasi itu tidak datang dengan sendirinya tidak jatuh dari langit, tidak keluar dari tanah lalu kemudian lahir seorang juara," tuturnya.

Sehingga dengan kombinasi apik antara wajah baru dan didukung dengan beberapa senior di Pengurus PBSI Sulsel, ia berharap Sulsel mampu melahirkan atlet-atlet bulutangkis yang hebat dan mampu berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

"Saya berharap tahun depan ketika ada seleksi Pelatnas Cipayung ada tong yang bisa saya banggakan, kalau ada ji itu atletnya Pak Sekjen dari kampungnya (Sulsel)," ujarnya.

Pelantikan dihadiri oleh Sekjend PP PBSI, Muhammad Fadil Imran, Kadispora Sulsel Andi Arwin Azis, Sekretaris Umum KONI Sulsel, Dandim XIV/Hasanuddin 08 serta sejumlah pengurus PBSI kabupatan/kota se-Sulsel.

Selain itu, pelantikan pengurus PBSI Sulsel kali ini juga dirangkaikan dengan launching Piala Gubernur Sulsel. Nantinya akan diselenggarakan pada Juli mendatang, dimana juaranya berkesempatan bertanding pada Piala Presiden pada Agustus 2022.

Laporan: Darsil Yahya