Speak Up Asnawi Bahar: di Sulsel Banyak Bakat Susah Berkembang

Asnawi Bahar - (int)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Mantan pemain PSM Makassar, Asnawi Mangkualam Bahar mengungkap persoalan yang tengah dihadapi tim sepakbola PON Sulsel jelang gelaran PON ke-20 di Papua pada Oktober mendatang.

Asnawi yang kini berkarir di kompetisi kasta kedua Korea Selatan itu, menjelaskan kondisi Tim PON Sulsel sangat miris.

Pasalnya, beberapa kali menggelar laga uji coba, pelatih dan pemain patungan untuk sewa lapangan dan membeli air minum.

Hal itu diungkapkan Asnawi lewat unggahan di instagram pada Kamis siang (24/3/2021).

Berikut speak up Asnawi Bahar:

"Teruntuk Pemerintah Sulawesi Selatan

Saya speak up bukan karna mau banyak urusan atau membenci salah satu pihak, tetapi ini untuk kebaikan olahraga di sulsel, saya besar salah satunya dari tim pon sulsel.

Sedikit cerita tentang kondisi dan situasi PON SULSEL di beberapa bulan yang lalu, sebelum berangkat ke korea, untuk menjaga kondisi tubuh saya tetap fit, saya mengikuti latihan rutin bersama pon sulsel, sebenarnya saya tidak ingin menceritakan ke publik tentang kondisi didalam tim seperti apa, tetapi demi perkembangan olahraga di sulawesi selatan saya akan sedikit speak up terhadap situasi yang saya alami di dalam tim, saya mengikuti latihan bersama tim yang meloloskan pon sulsel di prapon yang di adakan dimakassar, tetap beberapa bulan yang lalu pon sulsel cabang sepakbola menjadi dua kubu, jadi 1 tim itu dari pemain prapon yang dilatih coach maulid ibrahim dan yang satunya itu kalau ngga salah yang di bentuk oleh asprov.

Yang menjadi pertanyaan kenapa harus mengganti seluruh tim yang sudah berjuang dari prapon 3 tahun bersama lalu di ganti dengan tim yang baru beberapa bulan menyeleksi pemain. Karna yang saya tau alasan pemecatannya kurang logis, Apakah karna ada kepentingan atau seperti apa, saya tidak ada masalah dengan tim yang baru terbentuk tetapi sangat di sayangkan komposisi pemain dan pelatih yang lama itu sudah terbentuk dan harus di ganti begitu saja.

Sedangkan tim yang lama ini sangat miris kondisinya untuk tetap bertahan, sedikit contoh beberapa kali mengadakan uji coba dan saat itu pemain dan pelatih patungan bayar lapangan dan beli air minum, terus di berikan sarana latihan di lapangan barombong yang kondisinya kalau hujan lebat sudah seperti sawah, jadi kalau hujan tidak bisa di pake lapangannya, harus latihan di lapangan futsal, nah kalau latihan di lapangan futsal harus sewa lapangan patungan lagi 10 ribu satu orang.

Yah seperti ini lah olahraga di sulsel banyak bakat susah berkembang karna kurang support dari pemerintah.

Jadi saranku warga sulsel janganmi terlalu besar harapannya mau di buatkan sarana olahraga yang layak di makassar nanti sakit hatijki. Banyak banyak berdoa saja.

EWAKO SULSEL"