Diwarnai Dua Kartu Merah, Persebaya Singkirkan Tira Persikabo

Amido Balde merayakan gol ke gawang Tira-Persikabo/ foto: Persebaya.id

CELEBESMEDIA.ID, Surabaya - Persebaya Surabaya telah mengantongi tiket ke babak semifinal Piala Presiden 2019. Bajul Ijol melenggang dengan mantap setelah mengalahkan Tira Persikabo di babak delapan besar, Jumat (28/3/2019) kemarin.

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya mengalahkan Tira Persibakbo dengan skor menyakinkan 3-1.

Bermain di hadapan puluhan ribu Bonek Mania, Persebaya tampil bringas. Bajul Ijo langsung unggul saat laga baru berjalan dua menit melalui tendangan salto Manuchekhr Jalilov.

Gol ini hasil kerja sama pemain persebaya. Diawali dengan umpan terobosan dari Hansamu Hama yang diterima Amido Balde dan langsung menusuk di sisi kanan gawang Tira Persikabo. Balde kemudian mengirim umpan silang ke depan gawang Tira Persikabo yang diterima tandukan Irfan Jaya. Bola jatuh di dekat Manuchekhr Jalilov dan diteruskan dengan tendangan salto yang tak mampu dibendung penjaga gawang Tira Persikabo, Angga Saputro.

Skor 1-0 untuk Persebaya bertahan hingga jeda turun minum.

Pada babak kedua, Tira-Persikabo terus memberikan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Anak asuhan Rahmad Darmawan berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Osas Saha di menit 62.

Namun, Tira-Persikabo legah yang berakibat fatal. Persebaya mendapatkan hadiah penalti usai Osvaldo Haay dilanggar Abduh Lestaluhu pada menit 85. Damian Lizio yang bertindak menjadi eksekutor sukses menjalankan tugas dengan baik. Persebaya berbalik unggul 2-1.

Di penghujung laga, Persebaya menggandakan keunggulan menjadi 3-1 melalui sontekan Amido Balde.

Di akhir laga, suasana di lapangan sempat memanas. Dua pemain Tira-Persikabo, Rifad Marasabessy dan Manahati Lestusen, mendapat kartu merah akibat reaksi keras kepada wasit dan lawan.

Rifad Marasabessy diberikan kartu merah karena emosi dan mendorong wasit. Sedangkan Manahati mendapatkan kartu merah karena sengaja menyundul kepala permain Persebaya, M Hidayat.

Kemudia setelah wasit meniupkan peluit akhir babak kedua, situasi kembali memanas karena pelatih dan official Tira-Persikabo sempat mengejar wasit.

Atas insiden itu, pelatih Tira-Persikabo, Rahmad Darmawan, pun kemudian meminta maaf.

"Kita juga tahu tadi ada beberapa insiden yang terjadi. Kalau memang itu di luar kepatutan, saya pribadi sebagai pelatih memohon maaf apa yang terjadi di lapangan atau di luar lapangan terhadap pemain saya ataupun kami sebagai official, itu saja," ucap Rahmad Darmawan seusai laga.(*)