Ini Alasan Presiden Filipina Ingin Ganti Nama Negaranya Menjadi Maharlika

CELEBESMEDIA.ID – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, ingin mengubah nama negaranya menjadi "Maharlika". Menurut Duterte, pergantian nama ini untuk menghapus hubungan negaranya dengan kenangan masa kolonial. Nama Filipina, yang pernah berada di bawah pemerintahan Spanyol selama lebih dari 300 tahun, merupakan pemberian Raja Spanyol Philip II.
Dilansir CELEBESMEDIA.ID dari CNBCindonesia, seruan Duterte sejalan dengan desakan dari diktator Ferdinand Marcos untuk menyebut negara itu dengan nama "Maharlika" yang dalam bahasa lokal berarti bangsawan. Kata duterte, "Marcos benar. Dia ingin mengubahnya ke Maharlika karena itu Bahasa Melayu. "Suatu hari, mari kita ubah," kata Duterte, Senin (11/2/2019) lalu, setelah membagikan sertifikat tanah di provinsi Maguindanao yang berpenduduk mayoritas Muslim, dilansir dari Straits Times.
Marcos, yang digulingkan dari kekuasaan oleh pemberontakan damai lebih dari tiga dekade lalu, pertama kali menyarankan perubahan nama untuk mempromosikan nasionalisme, setelah ia menempatkan Filipina di bawah kekuasaan militer. Sementara itu, Presiden Senat, Tito Sotto mengatakan gagasan Duterte akan mengharuskan penulisan ulang Konstitusi dan akan membutuhkan terlalu banyak perubahan.