Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Terancam Pemakzulan

CELEBESMEDIA.ID - Kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di ujung tanduk. Ini terjadi setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS mengatakan akan memulai langkah penyelidikan pemakzulan (impeachment) terhadap Trump.
Trump terbukti melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Kongres AS Nancy Pelosi, Selasa (24/9/19) waktu setempat.
Dirilis CELEBESMEDIA.ID dari CNBCIndonesia, awal mula diputuskannya penyelidikan pemakzulan yang diungkapkan Pelosi, dipicu oleh panggilan telepon yang dilakukan oleh Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada bulan Juli.
Dalam panggilan itu, Trump disebut memaksa Zelensky untuk menyelidiki keluarga mantan Wakil Presiden Joe Biden, yang merupakan salah satu rival utamanya di kontes kepresidenan pada tahun 2020 nanti.
Trump disebut-sebut ingin menggunakan kesalahan ini untuk menyingkirkan Biden sebagai saingannya. Sebab skandal ini bisa menodai reputasi Hunter dan ayahnya.
Wall Street Journal dan New York Times pada hari akhir pekan melaporkan bahwa dalam panggilan telepon yang dilakukan 25 Juli 2019. Di mana Presiden Trump berulang kali meminta Presiden Zelenskiy untuk menyelidiki keterlibatan putra Biden, Hunter, dengan perusahaan energi Ukraina.
Menurut laporan Reuters, dalam panggilan telepon, Trump juga meminta Zelenskiy untuk menyelidiki apakah Biden menyalahgunakan posisinya sebagai wakil presiden saat Presiden Barack Obama menjabat.
Bahkan, ia meminta Zelenskiy menyelidiki apakah benar Biden mengancam untuk menahan bantuan AS kecuali jaksa penuntut bernama Shokin itu dipecat.
Biden kemudian membenarkan bahwa dia ingin Shokin dipecat. Tetapi menyebut tidak ada bukti yang menunjukkan dirinya melakukan sesuatu untuk membantu putranya. Selain itu, menurut BBC News, Trump juga kemungkinan membahas masalah bantuan militer senilai US$ 250 juta untuk Ukraina dalam panggilan telepon tersebut. Bantuan telah disetujui Kongres, namun ditunda oleh pemerintah Trump hingga pertengahan September.
The Washington Post dan media AS lainnya mengatakan bahwa Trump telah meminta kepala stafnya, Mick Mulvaney, untuk menahan bantuan setidaknya seminggu sebelum panggilan telepon dilakukan.
Trump mengkonfirmasi melakukan panggilan dengan Zelenskiy. Trump mengatakan bahwa ia berbicara kepada Zelensky tentang masalah korupsi dan juga tentang Biden dan putranya, Hunter, di antara masalah-masalah lainnya. “Itu adalah percakapan yang menyenangkan di telepon, panggilan yang sempurna,” kata Trump. “AS memberikan bantuan kepada Ukraina sehingga kami ingin memastikan bahwa negara itu jujur.”