Krisis Air Landa Gaza Akibat Blokade Israel

Warga mengambil air bersih di Deir al-Balah di tengah Jalur Gaza - (foto by: Xinhua/Antara)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -  Krisis air melanda Gaza di tengah bulan Ramadan. Warga harus rela antre berjam -jam berdiri di tepi trotoar yang telah hancur di Gaza City.

Salah satunya Emad al-Hadad. Pria yang berusia 43 tahun ini meceritakan hampir tiap mulai dari sebelum fajar datang. Ia menunggu kargo yang membawa pasokan air bersih. 

"Kargo yang berharga, yakni truk tangki air yang akan melintas di jalanan rusak tersebut. Kedatangan truk itu tidak menentu seperti halnya aliran listrik di wilayah kantong yang terkepung tersebut," jelasnya sebagaimana yang dikutip dari Antara, Jumat (14/3).

Ayah dari 7 orang anak ini menegaskan kebutuhan air tentu akan lebih banyak dibanding bulan hari biasa.

"Mendapatkan air minum yang bersih menjadi perjuangan sehari-hari. Ini terutama terjadi karena kebutuhan air yang mendesak usai azan Magrib, saat warga berbuka puasa setelah berjam-jam tanpa (meminum) air," ujar al-Hadad kepada Xinhua. Suaranya terdengar letih.

Krisis air itu, yang sebelumnya telah parah lantaran blokade bertahun-tahun, kini kian memburuk akibat perang Oktober 2023. Saat pasokan jaringan listrik di Gaza terputus, pabrik-pabrik desalinasi berhenti beroperasi. 

Padahal pabrik-pabrik tersebut memproduksi air tawar layak konsumsi atau irigasi bagi lebih dari 2 juta warga Gaza.

Sumber : Xinhua / Antara