Putin Kalah? Rusia Tarik Mundur Pasukan dari Kherson
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Otoritas Rusia menarik mundur pasukan militernya dari Kherson, Rabu (9/11/2022). Kherson merupakan kota strategis Ukraina selatan, sebuah kemunduran besar.
Kota Kherson adalah satu-satunya ibu kota di wilayah yang direbut Rusia setelah invasi dan telah menjadi fokus serangan balasan Ukraina. Kota ini merupakan satu-satunya jalur darat ke semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia pada 2014 dan muara sungai Dnipro yang membelah Ukraina.
Pengumuman ini menyusul kemenangan Ukraina merebut kembali ibu kota wilayah itu selama berminggu-minggu setelah diserbu Kremlin pada akhir Februari.
Diberitakan ANTARA yang melansir Reuters, Kamis (10/11/2022), seorang jenderal AS memperkirakan Rusia telah menderita lebih dari 100.000 tentara tewas atau terluka sejak menginvasi Ukraina pada Februari 2022.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengumumkan pasukan Rusia akan mundur dari tepi barat Sungai Dnipro dekat Kherson dan langkah tersebut dinilai bisa menjadi titik balik dalam perang.
Namun penarikan mundur pasukan Rusia tersebut justru disambut oleh Ukraina dengan rasa curiga karena mereka yakin sebagian pasukan Rusia masih tetap ada di Kherson.
“Mereka memang bergerak mundur tetapi tidak sebanyak yang akan dilakukan jika itu adalah penarikan penuh atau malah pengiriman kembali pasukan,” kata Oleksiy Arestovych, penasihat Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam sebuah video yang diunggah daring pada Rabu malam.
Pasukan Rusia menghancurkan jembatan saat mereka mundur dan merusak jalan, kata Arestovych.
"Untuk saat ini, kami tidak tahu niat mereka - apakah mereka akan berperang dengan kami dan apakah mereka mencoba menguasai kota Kherson? Mereka bergerak sangat lambat," katanya.
Analis militer Ukraina Yuri Butusov mengatakan penggunaan sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS) yang dipasok oleh AS membuat penyeberangan sungai Dnipro menjadi sangat berbahaya sehingga "Rusia tidak mungkin bertahan di sana".
“Tapi mari kita pastikan. Pasukan Rusia akan memperkuat pertahanan dan dapat melakukan serangan baru. Mereka dapat mempertahankan posisinya di tepi timur untuk sementara waktu,” kata Butusiov dalam sebuah video YouTube.
Seorang petinggi miliar AS pada Rabu memperkirakan bahwa militer Rusia telah kehilangan lebih dari 100.000 tentara yang tewas atau terluka, dan menambahkan angkatan bersenjata Kiev "mungkin" menderita dengan jumlah korban yang sama. Sebanyak 40.000 warga sipil Ukraina diperkirakan tewas.
Perkiraan tersebut tidak dapat dikonfirmasi secara independen oleh Reuters. Jenderal Mark Milley, yang berbicara kepada Economic Club di New York, tidak mengatakan bagaimana dia menghitung perkiraan tersebut.
Dalam komentar yang disiarkan televisi, Jenderal Rusia Sergei Surovikin, yang memimpin perang secara keseluruhan, melaporkan kepada Menteri Pertahanan Shoigu bahwa tidak mungkin lagi memasok pasukan ke Kota Kherson.
Dia mengatakan bahwa dia mengusulkan untuk memindahkan garis pertahanan ke tepi timur Sungai Dnipro.
Setelah menilai situasi saat ini secara komprehensif,
diusulkan untuk menarik pertahanan di sepanjang tepi kiri [timur] Sungai
Dnieper," kata Jenderal Sergey Surovikin, seperti diberitakan CNN Indonesia yang dikutip dari , Kamis (10/11/2022).