Eks Menlu Iran Salahkan AS atas Kematian Presiden Raisi
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Mantan Menteri Luar Negeri Iran,
Mohammad Javad Zarif menyalahkan Amerika Serikat atas kecelakaan helikopter
yang menyebabkan tewasnya Presiden Ebrahim Raisi dan beberapa pejabat tinggi pemerintah
Iran.
Kepada televisi pemerintah pada Senin (20/5), Zarif
mengatakan sanksi sepihak yang dikenakan Washington terhadap Teheran berdampak
buruk pada industri penerbangan sipil Iran.
Dia juga menyebut AS telah melarang penjualan suku cadang
pesawat di Iran.
“Ini akan masuk dalam daftar hitam kejahatan AS terhadap
rakyat Iran,” kata Zarif.
Iran pada Selasa (21/5) menyelenggarakan prosesi pemakaman
bagi Presiden Raisi, Menlu Hossein Amir-Abdollahian, dan para pejabat tinggi
lainnya yang tewas dalam kecelakaan helikopter itu.
Setelah operasi pencarian sepanjang malam terhambat oleh
cuaca buruk, Raisi, Amir-Abdollahian, dan para pejabat tinggi pada Senin pagi
dinyatakan meninggal.
Puluhan tim penyelamat darurat dikirim ke daerah pegunungan
di Provinsi Azerbaijan Timur di barat laut Iran, tempat kecelakaan itu terjadi
pada Minggu (19/5) sore.
Menurut Konstitusi Iran, Wakil Presiden Pertama Mohammad
Mokhber akan mengambil alih kekuasaan kepresidenan, dan pemilihan umum akan
diadakan dalam waktu 50 hari.
Sebelumnya, helikopter yang ditumpangi Presiden Iran Ebrahim
Raisi yakni Bell 212 buatan Amerika Serikat menjadi sorotan.
Bell 212 pertama kali diproduksi di Fort Worth, Texas, sebelum
pabriknya dipindahkan ke Kota Mirabel, Quebec, Kanada pada 1988, dengan
penghentian produksi pada 1998.
Meskipun helikopter ini melakukan penerbangan pertamanya
pada 1968 untuk tujuan militer, ketahanan dan kemudahan penggunaannya
menjadikannya pilihan yang baik untuk transportasi sipil.
Bell 212 mampu mengangkut hingga 15 penumpang, termasuk
pilot.
Helikopter ini dapat bertugas dalam misi pemadaman
kebakaran, serta transportasi kargo dan pengintaian bersenjata.
Helikopter yang membawa Raisi dikabarkan dimodifikasi untuk
mengangkut 15 penumpang.
Iran menghadapi kesulitan dalam mempertahankan senjata dan
kendaraan buatan AS karena embargo bertahun-tahun yang juga menyebabkan
kelangkaan suku cadang.
Helikopter Bell 212 yang jatuh diperkirakan berusia
setidaknya 30 tahun.
Militer Iran diyakini memiliki 10 jenis helikopter tersebut
dalam inventarisnya.
Sumber: ANTARA mengutip Anadolu