Wow! 3 Remaja Palestina Ciptakan ‘Robot Penyelamat Pintar’

Tiga remaja Palestina di Jalur Gaza menciptakan robot penyelamat pintar- (Foto by Xinhua-ANTARA)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tiga remaja Palestina di Jalur Gaza berhasil menciptakan robot penyelamat pintar yang dapat membantu menemukan orang yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang roboh. Robot ini berhasil dikembangkan setelah 3 remaja yang masih duduk di sekolah menengah pertama tersebut yakni Rama Ibrahim bersama saudara lelakinya, Ahmed, dan teman sekelas mereka, Yousef Aqil melakukan eksperimen selama berbulan-bulan.

Melansir Kantor Berita Nasional ANTARA, perangkat berbentuk mobil mini tersebut dilengkapi dengan fungsi pengendali jarak jauh (remote control) Wi-Fi. Robot penyelamat dengan kamera dan alarm itu dapat dioperasikan melalui aplikasi ponsel dan memberi tahu tim penyelamat melalui bunyi "bip" serta push notification di ponsel.

     "Kami mempunyai ide untuk menciptakan robot seperti itu setelah berakhirnya gelombang kekerasan militer terbaru di Jalur Gaza tahun lalu, di mana puluhan warga sipil yang terperangkap kehilangan nyawa mereka," kata Rama. 

 "Sayangnya, kita hidup di zona konflik yang menghadapi konflik terus-menerus, yang berarti bahwa kita harus bersiap untuk kondisi yang keras seperti itu di masa depan," kata Youssef Aqil kepada Xinhua.

 

Pada 10 Mei 2021, Israel dan Hamas, faksi yang berkuasa di Gaza, memulai babak yang kemudian digambarkan sebagai pertempuran terparah mereka sejak 2014, yang berlangsung selama 11 hari dan menewaskan lebih dari 260 warga Palestina dan 14 warga Israel.

     "Sayangnya, kita hidup di zona konflik yang menghadapi konflik terus-menerus, yang berarti bahwa kita harus bersiap untuk kondisi yang keras seperti itu di masa depan," kata Youssef Aqil kepada Xinhua.   "Saya dan rekan-rekan saya mempelajari ide membuat robot dan menetapkan jadwal untuk melakukannya, mengingat kami mengandalkan penggunaan alat-alat elektronik yang tersedia bagi kami, yang sebagian besar adalah sisa-sisa permainan elektronik yang rusak atau alat-alat listrik yang tidak digunakan," ujarnya.

Rama mengatakan tim penyelamat lokal menghadapi kesulitan besar dalam menjangkau orang-orang yang terperangkap akibat pemboman dan pemadaman listrik yang konstan. Oleh karena itu, mereka membuat robot yang dapat membantu menemukan solusi yang memungkinkan tim penyelamat untuk menjangkau korban secepat mungkin.

     "Saya dan rekan-rekan saya mempelajari ide membuat robot dan menetapkan jadwal untuk melakukannya, mengingat kami mengandalkan penggunaan alat-alat elektronik yang tersedia bagi kami, yang sebagian besar adalah sisa-sisa permainan elektronik yang rusak atau alat-alat listrik yang tidak digunakan," ujarnya

 

Aqil menambahkan hal yang membedakan robot tersebut adalah kemampuannya menjangkau korban melalui celah sempit dengan harapan penemuan itu dapat berkontribusi untuk melindungi tim penyelamat dari paparan bahaya.

Ketiga siswa itu mengalami kesulitan dalam pembuatan robot karena hampir semua bahan yang dibutuhkan tidak mencukupi, termasuk kamera Quadcopter yang kecil dan akurat, serta mahalnya harga bahan-bahan lain.

"Meskipun ada sejumlah kendala ini, kami bersikeras membuat bentuk awal robot ini," kata Ahmed Ibrahim.

Dia menambahkan mereka saat ini tengah berupaya mengubah bentuk robot seperti bentuk ular yang dapat mencapai area-area tersempit.