Abaikan Imbauan WHO, 4 Negara Segera Lakukan Penyuntikan Booster Vaksin Covid-19

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Empat negara besar tetap akan menyuntikan booster vaksin Covid-19 bagi warganya. Padahal sebelumnya organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) mengimbau semua negara untuk menunda penyuntikan vaksin dosis ketiga, setidaknya hingga akhir September.
Seperti yang dilansir dari Reuters, keempat negara itu adalah Israel, Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis. Keempat negara itu akan memulai booster vaksin dalam waktu dekat demi memperkuat imunitas warga di tengah lonjakan Covid-19.
Diberitakan sebelumnya jika alasan WHO melakukan penundaan ini agar tak terjadi ketimpangan distribusi vaksin global.
Israel sendiri memang sudah memulai kampanye booster vaksin Covid-19 sejak bulan lalu. PM Israel, Naftali Bennett, mengatakan bahwa negaranya tetap memberikan suntikan ketiga kepada nyaris 60 persen dari 9,3 juta populasinya yang sudah menerima dosis lengkap vaksin Covid-19.
Ketika ditanya mengenai imbauan WHO itu, Bennett mengatakan bahwa Israel justru memberikan kontribusi penting karena dunia dapat mempelajari efek booster vaksin dari yang mereka lakukan sekarang.
"Israel akan tetap melakukan hal yang dapat berkontribusi besar untuk pengetahuan global," ujar Bennett dalam siaran langsungnya melalui jejaring sosial Facebook, seperti yang dikutip dari AFP.
Dikutip dari CNN, Jerman juga akan memulai suntikan ketiga vaksin Covid-19 untuk warga lansia. Mereka menegaskan bahwa suntikan ini perlu agar lansia tetap kuat di tengah ancaman corona varian Delta.
Sedangkan, Presiden Emmanuel Macron juga menegaskan bahwa Prancis akan tetap melakukan booster vaksin Covid-19 pada September mendatang.
Macron menjelaskan bahwa suntikan penguat vaksin ini diberikan untuk kaum rentan. Menurutnya, suntikan ini penting untuk mencegah penularan terhadap kaum rentan.
Mengikuti jejak ketiga negara lainnya, AS juga berencana memberikan booster vaksin Covid-19 dalam waktu dekat karena Negeri Paman Sam terus mengalami lonjakan Covid-19 dalam sepekan belakangan.