Kerusuhan di Kazakhstan : 18 Petugas Keamanan Tewas, 1.000 Orang Luka, 2.000 Diamankan

Kerusuhan di Kazakhstan, Kamis (6/1/2022) - (foto by : AFP)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kazakhstan dalam status darurat. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengumumkan status darurat Nasional pada Kamis (6/1/2022) setelah kerusuhan yang terjadi pada sejumlah kota besar di Kazakhstan.

Dalam kejadian ini kepolisian di Almaty, Kazakhstan telah menangkap sekitar 2.000 orang.

"Polisi Almaty telah menyisir jalan-jalan. Secara total sekitar 2.000 orang dibawa," demikian pernyataan Kementerian dalam Negeri seperti yang dilansir AFP, Kamis (6/1/2021).

Kerusuhan ini dipicu kenaikan harga bahan bakar gas cair atau LPG. Ribuan warga turun ke jalan di kota besar Kazakhstan seperti di Almaty dan Provinsi Mangystau.

Saat aksi protes terjadi dilaporkan AFP, jika para pendemo itu terlihat membakar kendaraan aparat keamanan dan gedung-gedung pemerintahan. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk meredam massa.

Dilansir dari AFP, Kamis (6/1/2022), jumlah korban itu dilaporkan oleh kantor berita Rusia yang mengutip data Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan. Ada 18 orang petugas keamanan yang tewas dan 748 lainnya terluka saat berupaya meredam kerusuhan.

Sementara, Kementerian Kesehatan Kazakhstan pada Kamis (6/1/2022) mencatat lebih dari 1.000 orang terluka akibat kerusuhan yang terjadi di negara dalam beberapa hari terakhir.

"Lebih dari 1.000 orang terluka akibat kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah Kazakhstan, hampir 400 orang dirawat di rumah sakit dan 62 orang berada dalam perawatan intensif," kata kata Wakil Menteri Kesehatan Kazakhstan, Azhar Guiniyat, kepada stasiun televisi Khabar-24, sebagaimana dilansir dari AFP.