Wow! Matahari Buatan China Cetak Rekor Menyala 17 Menit, Ini Fungsinya

Matahari buatan China cetak rekor menyala 17 menit - (foto by: Twitter / @China Science)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -  Pengembangan riset matahari buatan yang dilakukan negara tirai bambu, China berhasil memecahkan rekor baru. 

Melalui akun Twitter China Science, para peneliti riset tersebut mengumumkan jika sebelumnya matahari buatan China itu hanya mampu menyala 101 detik dengan suhu 120 juta derajat celcius, kini dapat menyala hingga 1.056 detik atau sekitar 17 menit. 

Unggahan di akun tersebut juga menjelaskan bahwa Matahari buatan memiliki tujuan menciptakan fusi nuklir seperti Matahari dan menyediakan aliran energi bersih yang stabil.

Apa itu 'Matahari Buatan' China ?

Matahari buatan atau Matahari 'artificial' yang digagas di China itu disebut experimental advanced superconducting tokamak (EAST).

Reaktor fusi nuklir yang disebut China sebagai 'matahari buatan' berhasil dinyalakan untuk pertama kalinya pada Jumat (4/12/2020) lalu, seperti yang diberitakan AFP saat itu. 

Reaktor ini disebut juga HL-2M Tokamak yang merupakan perangkat penelitian eksperimental fusi terbesar dan tercanggih di China.

Selama 10 tahun terakhir sejak didirikan, sebanyak lebih dari 10 ribu peneliti ilmiah China dan asing telah bekerja sama untuk mewujudkan impian Matahari buatan menggunakan perangkat ilmiah besar ini, dan secara berturut-turut mencapai lompatan besar.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa reaktor fusi nuklir tersebut menggunakan medan magnet yang kuat untuk memadukan plasma panas yang dapat mencapai suhu hingga lebih dari 150 juta derajat Celcius, seperti dikabarkan surat kabar People's Daily

Sementara itu, terkait kegunaannya dilansir dari Global Times, jika teknologi fusi nuklir sebetulnya tak hanya bisa diterapkan untuk pembuatan sumber energi, namun teknologi turunannya juga bisa diaplikasikan di berbagai bidang seperti untuk pengobatan kanker, kereta maglev dan resonansi magnetik nuklir dan aplikasi lainnya.