SMPN 53 Makassar Belum Penuhi Kuota Siswa, Ini Sebabnya

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Salah satu sekolah hasil
regrouping yang masih belum memenuhi kuota siswa yakni SMPN 53 Makassar. Kepala
Unit Pelaksana Tugas (UPT) SMP 53 Makassar, Kusnadi Idris saat ditemui di jalan
Samiun, Rabu (3/7/2019), membenarkan hal tersebut.
Menurut dia, jumlah kuota siswa yang belum terpenuhi ini
dikarenakan masih banyaknya masyarakat tidak mengetahui bahwa adanya sekolah
baru dibangun di kawasan tersebut.
Selain itu, tempatnya juga berada di samping Kantor
Kecamatan Ujung Pandang yang lokasinya sedikit masuk ke dalam sehingga
masyarakat agak sulit menemukan sekolah tersebut.
"Kemudian masyarakat juga masih punya pemikiran, dia
selalu mau sekolah, di sekolah favorit sedangkan pemerintah dalam hal ini
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu jauh-jauh hari sudah
mengeluarkan Peraturan tentang zonasi," kata Kusnadi Idris.
Tak hanya itu, kurangnya penanda arah dan spanduk yang
kurang besar di kawasan tersebut pun menjadi masalah yang serius yang dihadapi
SMPN 53 Makassar, karena kendala itu sehingga target siswa yang telah
ditentukan belum cukup.
"Sejak pengumuman di tanggal 30 juni 2019 lalu, di sore
harinya ketika sudah banyak nama-nama yang berjatuhan dari sekolah-sekolah yang
favorit itu, maka hari itu juga kita kedatangan pendaftar di sini. Sampai
sekarang sudah lebih 100 orang," sambungnya.
Sejak pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar membuka
pendaftaran yang dibuka pada Senin (24/6) lalu, Kusnadi menyebut hingga hari
ini sebanyak 125 yang melakukan pendaftar dari 144 yang ditargetkan oleh
pihaknya.
Untuk memaksimalkan hal tersebut, rencananya pihaknya
bersama warga setempat akan membantu membuatkan spanduk dan merubah posisi
spanduknya yang dipasang agar dapat dilihat jelas.
"Untuk papan nama di depan sekolah, saya juga sudah bicara dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat untuk dibantu karena kita ini masih baru, belum ada modal apa-apa dan tokoh masyarakat bersedia untuk membantu dan merubah posisinya," pungkasnya.
Diketahui SMP yang masih kekurangan kuota antara lain SMP 11, SMP 15, SMP 16, SMP 21, SMP 26, SMP 31, SMP 32, SMP 34, SMP 35, SMP 36, SMP 40, SMP 45. Lalu SMP hasil regrouping yang masih kekurangan kouta yaitu SMP 49, SMP 50, SMP 51, SMP 53, SMP 54, dan SMP 55.