Sempat Putus Sekolah, Kisah Rini Tak Sanggup Bayar Seragam di SMPN 40 Makassar

Rini Ayu Lestari - (foto by Ariani)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Salah satu siswa SMP Negeri 40 Makassar, Rini Ayu Lestari (15) yang dikabarkan putus sekolah karena tidak sanggup membayar seragam batik, akhirnya dapat melanjutkan sekolahnya pada Senin (28/10/2019).

Hal tersebut diungkapkan Ibunya, Daeng Ti’no (38) bahwa tadi malam Lurah Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Asrul Yudi mendatangi rumahnya, Minggu malam (28/10/2019) dengan menyuruh Rini kembali bersekolah.

“Pak lurah tadi malam datang ke sini dan bicara sama Rini untuk pergi sekolah, katanya tidak usah takut hanya karena baju batik tidak pergi sekolah. Makanya hari ini Rini pergi sekolah,” ujar Daeng Ti’no ditemui CELEBESMEDIA.ID di Jl Taman Gosyen II, Makassar.

Menurut ibunya, Rini sudah sebulan lebih tidak sekolah hanya karena pembayaran seragam sekolahnya seperti baju batik, baju olahraga dan beberapa item perlengkapan lainnya menunggak.

Adapun iuran seragam tersebut seharga Rp 1,1 juta. Namun, Daeng Ti’no sudah membayar Rp 300 ribu dan masih tersisa Rp 800 ribu lagi.

“Jadi di sekolah Rini itu (SMPN 40 Makassar, red) ada pembayaran seragam, harganya Rp 1,1 juta tapi sudah saya bayar Rp 300 ribu. Gurunya Rini menagih sisa tunggakan seragam Rp 800 ribu tapi kami tidak bisa bayar karena belum punya uang,” terangnya.

“Karena tidak ada baju batik, Rini kemarin hanya pakai baju batik SD, ada kebijakannya dari sekolah memang bisaji pakai baju batik SD kalau belum ada baju batik SMP. Tapi tidak tau kenapa sudah dilarang, makanya Rini malu-malu pergi sekolah karena terus-terus ditegur,” sambungnya.

Meski demikian, Rini telah kembali bersekolah karena pihak sekolah sudah menghubunginya dan memberikan kebijakan untuk diberikan seragam lengkap tanpa biaya.

“Iya, tadi pagi saya sudah ke sekolah, dikasih ji baju batik dan rok pramuka, saya mau bayar karena Alhamdulillah sudah ada yang kasih sumbangan, tapi gurunya menolak katanya uangnya disimpan saja untuk keperluan lainnya Rini,” tambahnya.

Daeng Ti’no dan suaminya, Muchlis hanya berharap dengan kejadian ini pihak sekolah tidak lagi memberatkan siswa-siswa yang kurang mampu.

“Maunya itu kita baik ji, masih tetap mau Rini sekolah, tapi apa lagi kemarin itu hanya karena uang Rini putus sekolah. Semoga Rini tidak seperti ini lagi dan tetap semangat bersekolah supaya tidak seperti kita ini orang tuanya, terima kasih kepada semua orang yang memberikan bantuan juga,” pungkasnya.

Orangtua Rini, Daeng Ti'no dan Muchlis - (foto by Ariani)