Agar Anak Tumbuh Bahagia, Psikolog Sarankan Orangtua Terlibat dalam Kegiatan Anak
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Di Zaman modern dan dinamis ini
para orang tua memiliki beragam tantangan dalam menjalani perannya saat ini. Studi
Child Happiness menemukan bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orang
tua, bahkan lebih bahagia dari ketika mereka bermain bersama adik atau
kakaknya. Namun nyatanya ditemukan lebih dari 50 persen orang tua merasa belum
cukup hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama si kecil.
Di samping memaparkan tentang arti kebahagiaan keluarga
serta kecukupan gizi anak Indonesia, studi ini juga mengungkapkan bahwa saat
menilai karakteristik kebahagiaan anak, kebanyakan orang tua hanya
memperhatikan ciri-ciri fisik. Misalnya saja saat anak menunjukkan ekspresi
ceria dan aktif bergerak.
"Pada umumnya
para orang tua sudah mengerti teori pentingnya mendukung anak tumbuh bahagia,
sepert menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak. Namun yang menjadi
tantangan adalah bagaimana mewujudkan kondisi tumbuh bahagia (Grow Happy),”
kata Psikolog Elizabeth Santosa dalam workshop bertema “Grow Happy Parenting”
untuk berbagi tips mengenai gaya pola asuh “Grow Happy” di Goedang Popsa
Makassar, Rabu (21/11/2018).
Elizabeth menambahkan, banyak orang tua yang masih belum bisa
memaksimalkan keterlibatan mereka bersama anak meskipun telah susah payah
menyisihkan waktu. Tantangan hidup modern seperti tingkat stres yang lebih
tinggi atau interaksi yang intens dengan handphone misalnya, membuat
keterlibatan emosional menjadi tantangan baru bagi orang tua.
Untuk itu, Elizabeth menjelaskan agar orang tua lebih terlibat
dalam kegiatan anak dan bukan terfokus pada jenis aktivitas, namun waktu
kebersamaan. Tidak ada distraksi pada saat melakukan aktivitas bersama anak.
"Melakukan eye-to eye contact (kontak mata) saat
bersama anak. Buatlah anak merasa dirinya paling penting. Memberikan makanan
tepat waktu dan bergizi mendukung kompetensi anak. Cukupi waktu tidur anak
memberikan cinta tanpa syarat kepada anak. Menjadi orang tua yang bahagia
sehingga bisa menularkan kebahagiaannya kepada pasangan dan anak,"
ujarnya.
Lebih lanjut Elizabeth menjelaskan bahwa tekanan hidup
modern ini berdampak pada kebahagiaan orang tua itu sendiri. Menurutnya, orang
tua yang bahagia akan menghasilkan anak yang memiliki ketahanan terhadap stres
dan tantangan hidup di masa depan.
Studi Child Happiness juga mengungkapkan bahwa anak
Indonesia berpotensi kekurangan asupan nutrisi yang seimbang, yang dapat
memengaruhi tumbuh kembang dan kebahagiaan mereka. Studi ini sejalan dengan
hasil penelitian lain yang menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi pada anak
Indonesia masih tinggi.
"Sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dan
mengerti nutrisi seimbang termasuk susu dengan kandungan gizi untuk melengkapi
asupan nutrisi bagi buah hati mereka. Anak yang mengonsumsi makanan bergizi
lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat dan dapat
menyerap nutrisi dengan baik sehingga anak akan memiliki selera makan dan pola
tidur yang baik, ini dapat menunjangnya untuk tumbuh dan berkemban secara
optimal," ujar dokter spesialis anak, dr Fatima Safira Alatas PhD SpA(K).
Untuk membentuk saluran cerna yang sehat, dr Fatima
menjelaskan, harus menjaga keseimbangan mikrobiota usus yaitu diantaranya
dengan konsumsi makanan bernutrisi lengkap dan bervariasi Konsumsi makanan yang
mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.
Agar si kecil tumbuh bahagia, dibutuhkan keselarasan antara
nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tua dalam membangun dan memupuk
kondisi ‘grow happy’. Peran orang tua yang semakin menantang saat inilah sehingga
Nestle LACTOGROW membuat seminar workshop tersebut.
“Kami berupaya membantu para orang tua melalui upaya edukasi
untuk menemukan bagaimana formulasi tumbuh bahagia melalui keselarasan nutrisi,
stimulasi, dan keterlibatan orang tua yang sesuai dengan kondisi mereka
masing-masing. Oleh karena itu kunci tumbuh bahagia dimulai dari pilihan orang
tua di mana pilihan orang tua aka memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
anak-anak mereka di masa depan,” kata Brand Manager Nestle LACTOGROW, Gusti
Kattani Maulani.(*)