Agar Anak Tumbuh Bahagia, Psikolog Sarankan Orangtua Terlibat dalam Kegiatan Anak

Kegiatan workshop parenting di Goedang Popsa, Makassar, Rabu (21/11/2018)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Di Zaman modern dan dinamis ini para orang tua memiliki beragam tantangan dalam menjalani perannya saat ini. Studi Child Happiness menemukan bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orang tua, bahkan lebih bahagia dari ketika mereka bermain bersama adik atau kakaknya. Namun nyatanya ditemukan lebih dari 50 persen orang tua merasa belum cukup hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama si kecil.

Di samping memaparkan tentang arti kebahagiaan keluarga serta kecukupan gizi anak Indonesia, studi ini juga mengungkapkan bahwa saat menilai karakteristik kebahagiaan anak, kebanyakan orang tua hanya memperhatikan ciri-ciri fisik. Misalnya saja saat anak menunjukkan ekspresi ceria dan aktif bergerak.

 "Pada umumnya para orang tua sudah mengerti teori pentingnya mendukung anak tumbuh bahagia, sepert menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak. Namun yang menjadi tantangan adalah bagaimana mewujudkan kondisi tumbuh bahagia (Grow Happy),” kata Psikolog Elizabeth Santosa dalam workshop bertema “Grow Happy Parenting” untuk berbagi tips mengenai gaya pola asuh “Grow Happy” di Goedang Popsa Makassar, Rabu (21/11/2018).

Elizabeth menambahkan, banyak orang tua yang masih belum bisa memaksimalkan keterlibatan mereka bersama anak meskipun telah susah payah menyisihkan waktu. Tantangan hidup modern seperti tingkat stres yang lebih tinggi atau interaksi yang intens dengan handphone misalnya, membuat keterlibatan emosional menjadi tantangan baru bagi orang tua.

Untuk itu, Elizabeth menjelaskan agar orang tua lebih terlibat dalam kegiatan anak dan bukan terfokus pada jenis aktivitas, namun waktu kebersamaan. Tidak ada distraksi pada saat melakukan aktivitas bersama anak.

"Melakukan eye-to eye contact (kontak mata) saat bersama anak. Buatlah anak merasa dirinya paling penting. Memberikan makanan tepat waktu dan bergizi mendukung kompetensi anak. Cukupi waktu tidur anak memberikan cinta tanpa syarat kepada anak. Menjadi orang tua yang bahagia sehingga bisa menularkan kebahagiaannya kepada pasangan dan anak," ujarnya.

Lebih lanjut Elizabeth menjelaskan bahwa tekanan hidup modern ini berdampak pada kebahagiaan orang tua itu sendiri. Menurutnya, orang tua yang bahagia akan menghasilkan anak yang memiliki ketahanan terhadap stres dan tantangan hidup di masa depan.

Studi Child Happiness juga mengungkapkan bahwa anak Indonesia berpotensi kekurangan asupan nutrisi yang seimbang, yang dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kebahagiaan mereka. Studi ini sejalan dengan hasil penelitian lain yang menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi pada anak Indonesia masih tinggi.

"Sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dan mengerti nutrisi seimbang termasuk susu dengan kandungan gizi untuk melengkapi asupan nutrisi bagi buah hati mereka. Anak yang mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat dan dapat menyerap nutrisi dengan baik sehingga anak akan memiliki selera makan dan pola tidur yang baik, ini dapat menunjangnya untuk tumbuh dan berkemban secara optimal," ujar dokter spesialis anak, dr Fatima Safira Alatas PhD SpA(K).

Untuk membentuk saluran cerna yang sehat, dr Fatima menjelaskan, harus menjaga keseimbangan mikrobiota usus yaitu diantaranya dengan konsumsi makanan bernutrisi lengkap dan bervariasi Konsumsi makanan yang mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

Agar si kecil tumbuh bahagia, dibutuhkan keselarasan antara nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tua dalam membangun dan memupuk kondisi ‘grow happy’. Peran orang tua yang semakin menantang saat inilah sehingga Nestle LACTOGROW membuat seminar workshop tersebut.

“Kami berupaya membantu para orang tua melalui upaya edukasi untuk menemukan bagaimana formulasi tumbuh bahagia melalui keselarasan nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tua yang sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Oleh karena itu kunci tumbuh bahagia dimulai dari pilihan orang tua di mana pilihan orang tua aka memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka di masa depan,” kata Brand Manager Nestle LACTOGROW, Gusti Kattani Maulani.(*)