Sastrawan Senior NH Dini Meninggal Karena Kecelakaan, Dikremasi Hari Ini

NH Dini / foto: Kompas

CELEBESMEDIA.ID, SemarangNH Dini (82), salah satu sastrawan senior Tanah Air, meninggal dunia setelah taksi yang dikendarainya kecelakaan di Tol Semarang, Selasa (4/12/2018) siang. Ia sempat dibawa ke Intalasi Gawat Darurat di RS Elisabeth, Semarang, namun nyawanya tidak tertolong.

Keponakan NH Dini, Paulus Dadik, mengatakan bahwa jenazah disemayamkan di Rumah Duka Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Kota Semarang. "Sudah dibersihkan, ini (dibawa) ke Wisma. Rencana dikremasi di Ambarawa," kata Paulus seperti dilansir dari Kompas.com.

Rencananya, jenazah akan akan dikremasi di Krematorium Ambarawa, Kabupaten Semarang, pagi ini, Rabu (5/12/2018). “Itu sesuai permintaan beliau,” ucap Paulus.

Di masa tuanya, NH Dini memilih tinggal di Wisma Lansia, Banyumanik. Paulus mengatakan, penulis legendaris ini tidak mau merepotkan keluarganya. “Dia menjual aset dan memilih tinggal di panti jompo. Beliau mau mandiri," ucap Paulus Dadik.

NH Dini juga rutin melakukan terapi kesehatan. Terapi yang dipilih yaitu akupuntur atau tusuk jarum. Itu dilakukan sepekan sekali di daerah Jalan Mataram, Kota Semarang.

Nama aslinya adalah Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin yang lebih dikenal dengan nama NH Dini. Ia lahir di Semarang, 29 Februari 1936, anak pasangan Saljowidjojo dan Kusaminah.

Penulis ini menikah dengan Yves Coffin, Diplomat Perancis, di Kobe, Jepang, tahun 1960. Dari pernikahannya itu, ia dikaruniai dua anak. Saat ini, NH Dini telah memiliki 4 cucu.

Salah satu putranya, Pierre-Louis Padang Coffin, lahir di Perancis. Dia ini yang pencipta karakter Minions. Adiknya perempuan bernama Marie Claire Lintang Coffin yang biasa dipanggil Lintang.

Semasa hidup, pengarang sastra feminis ini sempat beberapa kali pindah negara tempat tinggal mengikuti suaminya. Sayangnya, NH Dini dan Coffin berpisah pada 1984 dan ia mendapatkan kembali kewarganegaraan RI pada 1985 melalui Pengadilan Negeri Jakarta. Kedua anaknya ini memilih tinggal bersama sang ayah. Sedangkan Dini memilih tinggal di Ungaran.