Bikin Terharu, Anak Berkebutuhan Khusus di Makassar Lancar Baca Alquran Hingga Berpidato

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Anak Berkebutuhan Khusus (ABK),
utamanya Autis, ternyata memiliki talenta yang membanggakan. Di balik
keterbatasan, mereka mampu menunjukkan jika mereka pun tidak berbeda dengan
anak pada umumnya.
Hal ini yang ditunjukkan ABK yang bersekolah di Sekolah Islam
Terpadu (SIT) Nurul Fikri Makassar. Sekolah yang berada di Jalan Meranti Nomor
1, Paropo, Panakukang, Makassar, itu
memang merupakan sekolah yang memiliki sistem pendidikan inklusi. Jadi
sekolah ini menerapkan pemerataan pendidikan baik reguler maupun ABK.
Di sekolah ini terdapat 15 ABK. Selain Autis, ada juga yang down
sindrom, hiperaktif, dan lainnya.
Nah, 15 ABK ini unjuk kebolehan di ajang yang digelar
sekolahnya dengan tema “Kita Indah Karena Berbeda”, Selasa (2/4/2019). Kegiatan
ini untuk memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia yang jath setiap tanggal
2 April.
Anak-anak special tersebut dengan berabi tampil di atas
panggung unjuk kemampuan seperti membaca ayat suci Al-Quran, baca puisi,
memainkan alat music, hingga berpidato.
Ahmad Maulana misalnya. Ia tampil percaya diri di atas panggung.
Ia membaca pidato dengan tenang dan lantang. Meski belum terlalu fasih namun
Ahmad terus membaca hingga selesai.
Orang tua Ahmad, Sri Wahyuni, menuturkan jika hal ini sangat luar biasa. Menurutnya, Ahmad jadi tenang dan mampu membaca hingga selesai padahal anaknya itu hiperaktif.
“Biasanya Ahmad sangat susah diatur dan tidak tenang jika di
hadapan banyak orang. Tapi penampilan tadi sungguh luar biasa hingga saya
meneteskan air mata ketika semua orang tepuk tangan atas penampilan Ahmad,”
pungkas Sri Wahyuni.
Sementara Nur Aiman mampu ayat suci Al-Quran dengan baik. Meski
terbata-bata, murid kelas 5 SD ini mampu membaca Surah An-Naba sampai tuntas.
Orang tua Nur Aiman, Mirnawati, mengaku bangga dengan perkembangan
anaknya. Ia terharu melihat anaknya percaya diri di atas panggung.
“Saya senang dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak jadi
mampu melakukan banyak keterampilan dan diapresiasi dengan kegiatan seperti
ini,” ungkap Mirnawati.
Menurut Mirnawati, anak autis sangat ekstra untuk dirawat. Terkadang
mereka asik dengan dunianya sendiri dan lamban dalam merespon komunikasi
sehingga membuat orang tua harus memiliki kesabaran yang lebih.
“Namun, kita hadapi kenyataan yang ada. Anak-anak harus
terus disemangati dan diberi apresiasi agar tidak patah semangat. Melalui
kegiatan ini mereka akan lebih mengembangkan potensinya lagi,” tambahnya.