UIN Alauddin Makassar Kukuhkan 750 Wisudawan

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka wisuda diploma, sarjana, profesi, magister, dan doktor angkatan ke-95 di Gedung Auditorium, Jalan HM Yasin Limpo, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Senin (20/3/2023).

Sebanyak 750 wisudawan dikukuhkan dari 8 fakultas yang terdiri dari Fakultas Syariah dan Hukum 73 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 38 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 77 orang.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 43 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 98 orang, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat 101 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 81 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 162 orang dan Program Pascasarjana 77 orang.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhanis, dalam sambutannya berpesan agar lulusan UIN Alauddin Makassar menjadi sarjana yang bermanfaat di tengah masyarakat.

"Saya pesan ke anak-anakku semua untuk menjadi sarjana yang kehadirannya menjadi wajib di tengah-tengah masyarakat karena sarjana model ini senantiasa menjadi solusi problematika kehidupan," ucapnya.

Menurutnya, jika wisudawan tidak mampu menjadi sarjana wajib maka jadilah sarjana sunnah sarjana yang kehadirannya lebih disukai dari pada ketidakhadirannya.

"Meskipun kehadirannya tidak mesti wajib tetapi peran dan kontribusinya tetap dinantikan oleh masyarakat," tuturnya.

Olehnya itu, Prof Hamdan berharap semua menjadi sarjana wajib atau sunnah sebab kehadirannya menjadi wajib karena kompetensi keilmuwan yang dimilikinya. 

"Kehadiran menjadi sunnah karena skill yang dimilikinya tetap menjadi harapan masyarakat," cetusnya.

Sebagai Rektor, Prof Hamdan tidak berharap wisudawan jadi sarjana mubah atau sarjana yang diraih tergantung keadaan.

"Yang hanya jadi pelengkap di tengah-tengah masyarakat tidak signifikan sarjana seperti ini biasanya kaya narasi tetapi miskin prestasi NATO (No Action Talk Only)," ungkapnya.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para wisudawan agar tidak menjadi sarjana Makku. Sarjana yang tidak begitu di harapkan publik 

"Ketidakhadirannya menjadi kegembiraan bagi masyarakat dan kehadirannya menjadi kegelisahan dengan kata lain adalah sarjana mabruh adalah sarjana tidak butuh dijadikan solusi tetapi hanya sebagai problematika di tengah tengah masyarakat," tuturnya.

"Terkahir jangan sekali-kali menjadi sarjana haram, sarjana yang sama sekali tidak dibutuhkan oleh masyarakat sarjana yang kehadirannya sama sekali tidak diharapkan oleh publik sarjana yang tidak memiliki kompetensi gelarnya hanya jadi aksesoris belaka tanpa diberi oleh skill," pungkasnya.

Dari jumlah kesuluruhan wisudaaan, ada sepuluh wisudawan mendapatkan predikat terbaik. Masing-Masing perwakilan Fakultas Dan Pascasarjana, sekaligus biberi penghargaan oleh Rektor Uin Alauddin Makassar.

Laporan: Rusmawandi Rara