Antisipasi Lonjakan Trafik RAFI 2019, Telkomsel Tambah Kapasitas Jaringan pada 12.780 BTS 4G di Pamasuka

Vice President ICT Network Management Telkomsel Area Pamasuka, Samuel Pasaribu (kiri) memberikan penjelasan tentang persiapan jaringan hadapi RAFI 2019 / foto: Apri

CELEBESMEDIA.ID, Makassar –  Lonjakan trafik data pada periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2019 diperkirakan akan naik sekitar 14 persen di banding hari biasa. Jika dibandingka dengan Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2018, tahun diperkirakan naik meningkat hingga 60 persen.

Lonjakan tersebut disebabkan karena perilaku komunikasi pemudik maupun pelanggan saat ini didominasi penggunaan layanan data, terutama aktif di media sosial. Tingginya penggunaan layanan data antara lain dipicu seringnya pelanggan mengunggah foto dan video aktivitas mudik dan wisata ke media sosial serta aplikasi pesan instan.

Di samping itu, pelanggan juga memanfaatkan layanan data untuk mengakses berbagai informasi seperti  direktori kuliner, hotel , tempat wisata dan beragam aktivitas sosial media yang tidak terbatas pada waktu dan tempat, serta menikmati berbagai layanan hiburan digital, seperti video, musik, dan games.

Diperkirakan, aplikasi yang paling diakses adalah YouTube lalu Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Google service lainnya. Jika trafik data akan melonjak, maka voice dan SMS diperkirakan akan turun.

“Dibanding Lebaran tahun lalu, proyeksi kami data akan melonjak tahun ini, payload berada di angka 4,5 byte, naik 60 persen dibanding tahun lalu atau 15 persen dari hari biasa. Sedangkan voice diperkirakan selama 320 juta menit, turun 11 persen dibanding tahun lalu atau 2 persen dari hari biasa,” kata Vice President ICT Network Management Telkomsel Area Pamasuka, Samuel Pasaribu, saat memberikan pemaparan tentang persiapan menghadapi RAFI 2019, Jumat (10/5/2019).

Adapun SMS, kata Samuel, juga akan turun. RAFI 2019 diperkirakan ada 44 juta SMS, angka ini turun 25 persen disbanding tahun lalu atau 25 persen di hari biasanya.

Menghadapi situasi itu, Telkomsel menjamin jaringan aman selama Ramadan dan Idul Fitri 1440 Hijriah. Pasalnya, RAFI merupakan momen spesial bagi masyarakat Indonesia. Jutaan orang melakukan ibadah puasa Ramadan dan ritual pulang kampung halaman pada saat Idul Fitri yang dikenal dengan mudik. Selain mudik, masyarakat Indonesia juga memanfaatkan periode tersebut untuk berlibur bersama keluarga dan kerabat.

“Pada momen RAFI ini pula keandalan jaringan dan layanan Telkomsel yang sesungguhnya diuji, umumnya penggunaan layanan komunikasi lebih tinggi dibanding hari biasa. Untuk itu, sejak jauh-jauh hari Telkomsel menggelar berbagai persiapan dari sisi infrastruktur maupun produk dan layanan agar pelanggan tetap bisa menikmati layanan dengan nyaman pada saat periode RAFI,” kata Executive Vice President Telkomsel Area Pamasuka, Ronny Arnaz.

Telkomsel.jpg">

Executive Vice President Telkomsel Area Pamasuka, Ronny Arnaz (dua dari kiri) / foto: Apri

“Kualitas jaringan merupakan prioritas utama kami dalam mengantisipasi tingginya penggunaan layanan komunikasi pada periode RAFI.  Dari mulai awal tahun 2019 sampai saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri  ini Telkomsel Area Pamasuka telah mengimplementasikan 2020  New BTS 4G di seluruh pita frekuensi,” beber Ronny.

Dengan hadirnya new BTS 4G tersebut, Telkomsel menjamin pelanggan dapat menikmati pengalaman menggunakan layanan broadband secara optimal dan prima.

Untuk memastikan kenyamanan berkomunikasi pelanggan, Telkomsel telah menggelar drive test rutin di berbagai titik dengan kepadatan trafik komunikasi tertinggi dan di sepanjang jalur darat di beberapa daerah yang menjadi  tujuan mudik pelanggan . Seperti Balikpapan–Banjammasin, Makassar– Parepare, dan Banjarmasin–Palangkaraya .

Ada pun parameter pengukuran yang digunakan adalah kekuatan daya pancar dan daya terima handset (Coverage), tingkat kesuksesan akses jaringan (Call Setup Success Rate/CSSR), tingkat kontinuitas panggilan (Call Completion Success Rate/CCSR), lamanya waktu pembangunan panggilan (Call Setup Time/CST), kualitas suara (Mean Opinion Score/MOS), dan kecepatan akses data (Data Throughput). Secara umum drive test yang dilakukan memberikan hasil yang baik, di mana angka rata-rata CSSR 100 persen, CST 5,2 sec , MOS≥3  99,37 persen  Data Throughput 10  Mbps (average).

Terlebih lagi dengan penataan ulang pita frekuensi (refarming) 800 dan 900 Mhz yang menjadikan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous), sehingga Telkomsel dapat lebih leluasa dan fleksibel dalam meningkatkan teknologi seluler yang diimplementasikan.

Secara nasional, Telkomsel telah meningkatkan seluruh elemen jaringan di titik-titik strategis jalur mudik dan pusat-pusat keramaian publik sejak jauh-jauh hari. Telkomsel membangun 10.000 base transceiver station (BTS) multi-band Long Term Evolution (LTE) di seluruh Indonesia untuk menghadirkan layanan yang berkualitas dengan kapasitas yang memadai.

Kenyamanan pelanggan Telkomsel di wilayah Pamasuka dalam berkomunikasi di periode RAFI 2019 didukung sekitar 44.285 BTS di seluruh wilayah Pamasuka, termasuk sekitar 14.800 BTS 4G untuk memaksimalkan penggunaan layanan data.

Di samping membangun ribuan BTS 4G di seluruh pita frekuensi, Telkomsel juga menambah kapasitas jaringan pada 12.780  BTS 4G, mengoperasikan 16  mobile BTS yang tersebar di seluruh Area Pamasuka, serta menambah kapasitas sistem IT untuk layanan, dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa.

Telkomsel juga menggelar posko layanan di 142 titik strategis (point of interest) yang akan beroperasi mulai H-14 sampai H+7 yang meliputi Pelabuhan, Bandar Udara, Terminal Bus, Dermaga, Rest Area, Rumah Sakit, Area Padat Populasi, Pasar Tradisional, Mall, Alun-Alun, Pantai, waterpark dan Mal.