Gejala Gangguan Mental Pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi - (foto by Pexels)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Gangguan mental sering dialami anak usia remaja, sebab selain kondisi emosi yang labil, lingkungan juga memberi dampak besar bagi psikologis remaja.

Umumnya remaja yang mengalami gangguan mental jugamenujukkan beberapa gejala. Namun karena dianggap sebagai hal yang wajar terjadi di masa pubertas sehingga kerap diabaikan.

Padahal jika tidak ditangani maka akan merusak mental hingga kehidupan sosial remaja tersebut.

Mengutip lama kesehatan Alodoc, Selasa (29/8/2023), masalah kesehatan mental yang umum dialami para remaja adalah PTSD, ADHD, gangguan kecemasan umum, gangguan makan, skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi.

Gejala Gangguan Mental Remaja

Umumnya ada beberapa gejala yang bisa menandakan anak remaja mengalami gangguan mental.  Ketua Satgas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Rodman Tarigan menjelaskan umumnya remaja yang mengalami gangguan mental, perilakunya akan berubah, ada 3 perubahan perilaku yang paling menonjol.

  1. Berubah tiba – tiba dari ceria menjadi tertutup
  2. Menarik diri dari kehidupan sekolah dan teman - teman
  3. Sering mengeluh sakit fisik tanpa sebab yang jelas

"Jadi kalau ada satu saja yang kita temukan, kita sebagai orang tua perlu menyadari bahwa ada perubahan perilaku dari anak tersebut," ujar Dr. Rodman mengutip Antara, Selasa (29/8/2023).

Cara Mengatasi Gangguan Mental Remaja

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi gangguan mental anak mereka.

1. Komunikasi

 Dr. Rodman Tarigan langkah pertama yang harus dilakukan berkomunikasi dengan remaja tersebut. Berikan kesempatan kepada anak untuk berbicara tentang perasaan dan pengalaman yang dialami. Orang tua harus menjadi pendengar yang baik dan memahami permasalahan yang dihadapi remaja tersebut.

2. Ajak Anak Melakukan Kegiatan Positif

Orang tua juga harus memberikan dukungan yang kuat dan memastikan bahwa sang anak tidak sendirian menghadapi masalahnya. Selain itu, orang tua juga dapat mengenalkan anak pada aktivitas yang produktif dan positif.

3. Bekerja sama untuk menyelesaikan konflik

Cobalah untuk mencari solusi yang tepat untuk anak ada. Dengarkan pendapat anak dan cobalah untuk menyelesaikan konflik dengan tenang. Ingatkan dia bahwa semua orang dapat mengalami stres, dan itu adalah hal yang wajar dan normal.

Orang tua juga perlu jujur dan transparan pada anak. Tidak ada salahnya untuk memberitahu mereka bahwa ayah dan ibu juga  pernah atau sedang mengalami stres.

4. Beritahu remaja untuk menyayangi diri sendiri

Perlu diketahui bahwa diri sendiri pun membutuhkan perhatian dan dukungan. Dorong anak untuk melakukan perawatan diri dan mencari dukungan ketika membutuhkan.