Gejala Gangguan Mental Pada Remaja dan Cara Mengatasinya

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Gangguan
mental sering dialami anak usia remaja, sebab selain kondisi emosi yang labil,
lingkungan juga memberi dampak besar bagi psikologis remaja.
Umumnya remaja yang mengalami
gangguan mental jugamenujukkan beberapa gejala. Namun karena dianggap sebagai
hal yang wajar terjadi di masa pubertas sehingga kerap diabaikan.
Padahal jika tidak ditangani
maka akan merusak mental hingga kehidupan sosial remaja tersebut.
Mengutip lama kesehatan
Alodoc, Selasa (29/8/2023), masalah kesehatan mental yang umum dialami para
remaja adalah PTSD, ADHD, gangguan kecemasan umum, gangguan makan, skizofrenia,
gangguan bipolar, dan depresi.
Gejala Gangguan Mental Remaja
Umumnya ada beberapa gejala
yang bisa menandakan anak remaja mengalami gangguan mental. Ketua Satgas Remaja Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI) Dr. Rodman Tarigan menjelaskan umumnya remaja yang mengalami
gangguan mental, perilakunya akan berubah, ada 3 perubahan perilaku yang paling
menonjol.
- Berubah tiba – tiba dari
ceria menjadi tertutup
- Menarik diri dari kehidupan
sekolah dan teman - teman
- Sering mengeluh sakit fisik
tanpa sebab yang jelas
"Jadi kalau ada satu saja
yang kita temukan, kita sebagai orang tua perlu menyadari bahwa ada perubahan
perilaku dari anak tersebut," ujar Dr. Rodman mengutip Antara, Selasa
(29/8/2023).
Cara Mengatasi Gangguan Mental Remaja
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk
mengatasi gangguan mental anak mereka.
1. Komunikasi
Dr. Rodman Tarigan
langkah pertama yang harus dilakukan berkomunikasi dengan remaja tersebut. Berikan kesempatan kepada anak untuk berbicara tentang
perasaan dan pengalaman yang dialami. Orang tua harus menjadi pendengar yang
baik dan memahami permasalahan yang dihadapi remaja tersebut.
2. Ajak Anak Melakukan Kegiatan Positif
Orang tua juga harus memberikan dukungan yang kuat dan
memastikan bahwa sang anak tidak sendirian menghadapi masalahnya. Selain itu,
orang tua juga dapat mengenalkan anak pada aktivitas yang produktif dan positif.
3. Bekerja sama untuk
menyelesaikan konflik
Cobalah untuk mencari solusi
yang tepat untuk anak ada. Dengarkan pendapat anak dan cobalah untuk
menyelesaikan konflik dengan tenang. Ingatkan dia bahwa semua orang dapat
mengalami stres, dan itu adalah hal yang wajar dan normal.
Orang tua juga perlu jujur
dan transparan pada anak. Tidak ada salahnya untuk memberitahu mereka bahwa
ayah dan ibu juga pernah atau sedang
mengalami stres.
4. Beritahu remaja untuk
menyayangi diri sendiri
Perlu diketahui bahwa diri
sendiri pun membutuhkan perhatian dan dukungan. Dorong anak untuk melakukan
perawatan diri dan mencari dukungan ketika membutuhkan.