Mengenal Zubair Al-‘Awwam, Sahabat Rasulullah Bergelar Hawariyyun

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Zubair Al-‘Awwam merupakan salah
satu dari 10 sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ssalam yang dijamin
masuk surga. Ia bernama lengkap Az-Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin
‘Abdul ‘Uzza bin Qushai bin Kilab, Al-Qurasyi Al-Azdi Al-Makki, Abu ‘Abdillah.
Lahir tahun 28 sebelum hijrah, Zubair bin Awwam tumbuh
dengan didikan keras ibunya yang bernama Shafiyah binti ‘Abdul Muththalib, yang
merupakan bibi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ia tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah berani dan mulai
memeluk Islam saat berusia 16 tahun. Karena itu Zubair masuk dalam jajaran
generasi pertama yang memeluk agama Islam.
Ayah Zubair telah meningga sejak ia masih kecil. Sebuah
kisah menceritakan ibu Zubair pernah memukulnya. Salah seorang anggota keluarganya
menegur ibu ZUbair. Namun Ibunya menjawab dengan melantunkan sya'ir berikut:
Aku memukulnya agar la tangkas menunggang kuda, memimpin
prajurit, dan menjadi orang yang berguna.
Bergelar Hawariyyun
Zubair bin Al-'Awwam dikenal sebagai Hawariyyun Rasulullah. Al-Hawariyun
adalah bentuk jamak dari kata Hawari yang berarti pengikut setia Nabi 'Isa alaishissalam.
Namun Zubair bin Al’Awwam adalah Hawariyyun Nabi Muhammad
shalallahi ‘alaihi wasallam yang berarti pengikut setia Rasulullah.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Setiap Nabi itu punya seorang Hawariyyun (pengikut setia).
Pengikut setiaku adalah Az-Zubair.” (HR. Bukhari, no. 2846)
Selain Zubair Al-‘Awwam, mereka yang jadi pembela setia nabi
yakni Hamzah, Ali, Az-Zubair sebagaimana dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri.
Orang Pertama yang
Menghunuskan Pedang Membela Islam
Megutip laman syiar Islam, Rumasyho, Rabu (8/2/2023), Zubair bin Al-'Awwam adalah orang pertama yang menghunuskan pedangnya di jalan Allah subhanahu wata’ala.
Saat itu ia menduga ada orang musyrik yang hendak berbuat sewenang-wenang
kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Zubair hijrah ke Madinah dan terlibat dalam perang Badar serta berbagai peristiwa penting lainnya. Urwah bin Zubair mengatakan bahwa terdapat tiga tebasan pada diri Zubair yang salah satunya terletak di bahunya. Ia terkena dua tebasan pada perang Badar dan satu tebasan pada perang Yarmuk.