Hangatkan Makanan di Microwave Picu Kanker? Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Ilustrasi - (foto by pixabay)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Microwave atau gelombang mikro merupakan salah satu perangkat elektronik dapur yang saat ini banyak digunakan. 

Selain praktis, perangkat ini juga memiliki banyak manfaat yakni memanaskan hingga memasak makanan. 

Sesuai dengan namanya, cara kerja microwave saat digunakan untuk memasak dengan memanfaatkan radiasi gelombang mikro.

Gelombang tersebut kemudian diserap oleh molekul air dan zat-zat lain di dalam makanan, yang menyebabkan mereka bekerja untuk memanaskan makanan. 

Namun belakang beredar informasi di media sosial yang menjelasakn microwave diklaim meningkatkan persentase sel-sel kanker dalam aliran darah. 

Selain meningkatkan persentase sel kanker, microwave juga diklaim dapat menghilangkan 60-90 persen nutrisi makanan, termasuk vitamin B, C, E dan sejumlah mineral.

Benarkah microwave dapat memicu terjadinya kanker? 

Melansir AAP FactCheck yang diberitakan Kantor Berita Nasional ANTARA, Jumat (9/9/2022), Badan Perlindungan Radiasi dan Keselamatan Nuklir Australia (ARPANSA) menyatakan tidak ada bukti yang pasti bahwa microwave menyebabkan efek kesehatan apa pun bila digunakan sesuai dengan instruksi pabrik dan dirawat dengan baik.

ARPANSA mengatakan gelombang mikro yang dihasilkan dalam oven microwave tidak ada lagi setelah daya listrik dimatikan.

Selain itu Direktur Ilmuwan Dewan Informasi Keamanan Makanan Australia, Julian Cox mengatakan makanan yang di-microwave aman untuk dikonsumsi.

Sedangkan peneliti kanker di University of Adelaide, Ian Olver mengatakan microwave menghasilkan radiasi non-ion, yang tidak menyebabkan kanker.

"Radiasi non-ionisasi tidak cukup kuat untuk mengubah elektron. Microwave, menghasilkan radiasi non-ionisasi. Alat itu dapat menggerakkan molekul dan memproduksi panas. Tapi karena tidak menghasilkan ion, alat itu tidak dapat menyebabkan kanker, ataupun mengubah struktur kimiawi makanan," demikian kata Ian Olver.