Mengenal Wabah PMK dan Pengaruhnya ke Manusia

Ilustrasi hewan ternak - (foto by Dok CELEBESMEDIA,ID)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Wabah PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku sedang ramai diperbincangkan saat ini. Wabah PMK ini tengah melanda di sejumlah daerah  di Indonesia.

Wabah PMK ini tengah merebak di Jawa Timur dan Aceh. Berdasarkan data Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar, di Jawa Timur ada empat kabupaten yang terserang wabah ini, sedangkan di Aceh ada 1 kabupaten.  

Wabah PMK

Penyakit mulut dan kuku adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat menular. Gejala yang paling tampak adalah demam, blister di mulut dan kaki hewan ternak, dan air liur kental.

Penyakit ini menyerang hewan ternak. Tidak hanya sapi, penyakit ini juga rentan menulari hewan ternak lain seperti kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba dan babi.

Pengaruh Wabah PMK ke Manusia

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar, Lutfie Natsir menjelaskan hal terssebut tidak berbahaya bagi manusia.

“Kalau prinsipnya PMK itu tidak membahaykan manusia jadi tidak tertular kemanusia dan juga ternaknya juga bisa di konsumi. Jadi kami sampaikan bahwa masyarakat jangan panik, ‘ jelasnya kepada CELEBESMEDIA.ID, Rabu (18/5/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan jika PMk berbeda dengan antraks yang dapat menular ke manusia saat mengkonsumsi daging hewan yang terkana antraks.

“Kalau antraks bisa tertular kalau ini (PMK) tidak ,” ucapnya singkat.

Pencegahan Penuluaran PMK

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar, Lutfie Natsir menjelaskan cara pencegahan penularan virus PMK ini, misalnya dengan menerapkan karantina 14 serta pembersihan pada kandang, bangunan dan bahan lainnya terkontaminasi.

(Laporan: Rusmawandi Rara)